//
you're reading...
Act 1, All

Born in the Darkness


POST ILLUSTRATION

POST ILLUSTRATION

Kegelapan itu seperti keyakinan tanpa akal sehat. Sebuah upaya pengambil alihan indera secara keseluruhan, dan membiarkan hati nurani tertutup dan tertidur. Orang yang hidup dalam kegelapan pada dasarnya seperti orang yang tidak sadarkan diri, dan dia hidup di dunia ini dalam kesadaran yang semu.

Lahir di dalam kegelapan adalah sebuah julukan bagi mereka yang sejak semula sudah tidak sadar akan keberadaan dirinya. Mereka gelap mata, dan didoktrin sedemikian rupa untuk membenci diri mereka sendiri serta lingkungan tempat mereka tinggal.

Puluhan tahun yang lalu, aku dipungut dari atas jalanan oleh seorang dengan sosok samar berwarna hitam. Pada waktu itu aku hanyalah seekor bayi yang tidak berdaya, tentu aku tidak akan mengingat masa itu dalam ingatanku sendiri, melainkan aku diceritakan sejak awal bahwa aku hanyalah anak pungut.

Dalam pertumbuhanku, mereka menanamkan banyak benih penyesatan, dan tentunya aku dilatih dengan sangat keras. Pada usia 17 tahun, aku sudah diijinkan untuk menghabisi nyawa seseorang. Malam pembunuhan itu adalah malam yang masih kuingat sampai sekarang, malam itu tubuhku berlumuran darah.

Sukses pada rencana pertama serta melihat keberanian dan keahlianku, mereka langsung mempercayakanku pada tugas yang sulit. Beberapa pejabat pada masa pemerintahan yang lama pernah mati ditanganku, dan aku bertanggung jawab atas kematian ratusan orang penting lainnya.

Semua ini seperti lelucon bukan? Sesuatu yang mungkin akan dianggap mustahil bagi sebagian besar orang, dan aku hanya anak laki-laki yang berpenampilan biasa di dalam masyarakat, bahkan mereka tidak akan mengira anak yang lemah lembut, bisa melakukan tindakan kejam seperti itu. Namun begitulah semestinya kita bersikap, selama orang tidak mengenali diri kita yang sesungguhnya, saat itulah mereka tidak akan menaruh curiga pada diri kita.

Menjadi orang yang kejam hanyalah bagian dari kehidupanku yang lain yang tidak akan diketahui oleh siapapun, kecuali aku menceritakannya pada mereka. Mengetahui aku punya banyak kuasa, membuatku sedikit aneh jika harus bersikap, di sisi lain, aku harus mempertahankan gambaran tentang diriku yang penuh kasih dan alim. Maka tak jarang aku mengancam beberapa temanku yang menurutku sangat kubenci dan pernah terlintas dalam pikiran untuk memberi mereka pelajaran dengan kekerasan, sesuatu yang biasa kulakukan di dalam kehidupanku yang lain.

Orang mungkin dapat mulai belajar memaklumi bahwa aku tidak lebih dari anak muda yang menanggung beban terlalu berat. Pada usiaku yang semestinya menikmati masa-masa paling bahagia, sebelum aku beranjak dewasa, dan pada akhirnya mati dalam hidup yang tenang. Tapi semua itu tidak berlaku bagiku, karena aku memang dilahirkan di dalam kegelapan bahkan sejak pertama kali aku belajar merangkak.


[POST ILLUSTRATION CREDIT]

-If you enjoyed this post, please share it-


RELATED POST :

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: