//
you're reading...
Act 1, All

The Light


POST ILLUSTRATION

POST ILLUSTRATION

Cinta, yang begitu banyak diungkapkan dalam buku kebijaksanaan, dapat merubah kehidupan seseorang, dan merupakan suatu obat bagi banyak orang pesakitan. Tuhan menjanjikan cinta bagi semua umat manusia, tidak memandang dari mana kita berasal, siapa diri kita, dan apa yang kita miliki. Sejak kecil aku percaya pada adanya kehadiran Tuhan di dalam kehidupanku, namun keyakinan itu mulai sirna ketika aku beranjak dewasa, tepatnya ketika aku mulai membunuh orang lain.

Aku belajar sesuatu yang berharga dari cinta, dan aku sadar bahwa aku tidak dapat mati dalam keadaan penuh kebencian. Tidak ada satu kebenaran pun yang bersanding dengan kebencian, karena cinta adalah kebenaran itu sendiri. Maka keputusanku untuk keluar dari dunia yang kelam ini tidak terlepas dari suatu alasan yang emosial, yaitu cinta.

Aku mencintai seseorang, seseorang yang mungkin tidak akan pernah mengetahui sisi gelapku, karena aku seperti laki-laki pada umumnya. Aku punya keinginan bahwa aku dapat hidup bersamanya, tapi semua itu seperti mimpi, dan aku tahu bahwa diriku hanyalah sumber malapetaka bagi dirinya. Bukan karena aku yang menganggap diri terlalu hina, tapi banyak orang yang jahat menaruh dendam padaku. Hidupku selalu dipenuhi dengan teror, dan aku terlalu sering bersembunyi dari masyarakat.

Namun ketika aku mengingat paras yang cantik itu, aku merasa bahwa aku masih bisa berharap. Dan aku berkesimpulan bahwa harapan itu datangnya dari rasa cinta itu sendiri. Cinta adalah harapan, dan aku mulai memberanikan diri untuk keluar dari belenggu yang menjeratku.

Semua hal yang indah ini, adalah semua hal yang pantas diperjuangkan.

Perubahan dimulai dari hari ini, dan aku pulang ke dalam lingkungan tempat di mana aku semestinya berada, yaitu rumah. Aku punya rumah. Dan aku dibohongi, bahwa aku bukanlah anak pungut, aku memiliki kedua orang tua, hanya saja kedua orang tuaku dibunuh oleh para pria berjubah hitam itu. Lalu aku diambil dan dibesarkan dalam lingkungan yang benar-benar berbeda, yaitu tanpa kasih sayang kedua orang tuaku.

Inilah kebenaran, tapi tampaknya mereka tidak akan suka jika aku mengetahui kebenaran, dan instingku mengatakan bahwa mereka akan segera mengirim pembunuh handal untuk menghabisi nyawaku, dan melenyapkan keberadaanku. Hanya tinggal menunggu waktu saja.


[POST ILLUSTRATION CREDIT]

-If you enjoyed this post, please share it-


RELATED POST :

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: