//
you're reading...
All, Chapter I - The Beginning

One


POST ILLUSTRATION

POST ILLUSTRATION

Aku mendengar suara seseorang, samar-samar di antara ketidaksadaranku. Aku berada di sebuah ruangan yang sangat terang, mataku terbuka untuk beberapa saat, lalu tertutup lagi. Aku melihat Ernie di sampingku, dia mengatakan sesuatu, namun aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas. Sementara itu, dadaku terasa sakit, dan aku berusaha menggerakkan tubuhku, namun usahaku sia-sia, aku masih lemah, dan kemudian aku kembali memejamkan mata.

Suara seseorang itu kini semakin jelas, di antara ketidaksadaranku, suara itu adalah suara Pak Kumoro; beliau berbicara dalam aksen bahasa Inggris dengan seseorang, “I’m afraid, it will be shocking for Sammy.”

“Don’t worry, Sir, We’ve ever handled this case before, though it’s still complicated.” kata seseorang yang lain masih dalam aksen bahasa Inggris.

Pikiranku masih berantakan dari sejak kesadaranku yang pertama, aku telah dua kali masuk dalam kebingungan diri. Dan sekarang aku di sini, di sebuah ruangan yang bahkan aku sendiri tidak tahu kapan aku tiba di sini. Aku ingin mengatakan sesuatu pada Ernie, maka aku berusaha membuka mataku lagi.

” Aku …. di sini ….” kataku dengan lemah, ” Aku …. di sini ….”

Ernie menggenggam tanganku dengan erat, lalu dia menyentuhkan pipi kirinya ke punggung tanganku, dan aku dapat merasakan hangatnya air mata membasahi kulit tanganku. Dia menangis. Kesedihannya dapat kurasakan, lalu aku mengatakan sesuatu lagi, “Ernie ….. jangan …. menangis.”

Aku gagal mendiamkannya, tangisannya makin menjadi-jadi.

Di tengah tangisan Ernie, tubuhku mendadak tersetrum, geliat aura tubuhku menentang keberadaanku. Aku merasa seperti ingin meledak. Aku mendengar Pak Kumoro berbicara lagi, “What the most thing I’m afraid, doctor, They will kill each other.”

“Probably, if this fake Sammy, couldn’t accept the truth, or the real one, couldn’t accept himself, it’s like a jelousy between them about a true life. You see, he’s shocking almost all the time.” Aku tahu itu adalah seorang dokter yang sedang berbicara dari cara Pak Kumoro memanggilnya dengan sebutan ‘doctor’.

Apa yang aku tangkap dari penjelasan dokter tersebut adalah jika aku tidak bisa menerima kebenaran, dan jika Sammy tidak bisa menerima dirinya sendiri, maka kami hanya akan saling membunuh. Tapi bagaimana logika dapat membuatnya hingga sedemikian rupa? Mungkin manusia memiliki dua sisi yang berbeda, sisi yang baik dan sisi yang jahat, dan aku adalah bagian yang jahat dari diri Sammy, karena jiwaku sudah menampung banyak dosanya.

“I hope your wisdom, doc. It’s our project, If it risk our agent, I beg you to kill him.” Kali ini aku mendengar suara Profesor Widarso.

“No, I will not kill him, though I will reinstall his memory to another life.” Dokter itu berbicara lagi.

Denyut jantungku berdetak semakin cepat dan aku dapat merasakan getaran yang sangat kuat mengalir ke sekujur tubuhku. Aku seperti sedang dibangunkan dengan disetrum. Tubuhku menggelepar hebat dan detik-detik berikutnya aku sudah mampu mengangkat tubuhku, mataku terbuka lebar, dan aku melihat sebuah ruangan yang sangat berbeda dari yang pertama aku lihat, ruangan itu adalah kamarku, kamarku sendiri, berwarna putih. Tak ada siapapun, kecuali diriku sendiri, mungkin aku sedang bermimpi. Aku memperhatikan jam di dinding, masih menunjukkan pukul 3 dini hari. Tapi tidak, jangan-jangan …..

Aku segera melompat dari atas tempat tidurku, menyambar gagang telepon di atas meja, lalu menghubungi Pak Kumoro. Terdengar suara dari balik telepon, “Halo, ini dengan Pak Kumoro. Ini dengan siapa?”

“Ini Sammy.” jawabku.

“Ada apa, Sam?” Tanya Pak Kumoro tenang.

Aku sedikit ragu, namun aku segera menanyakannya, “Pak, apakah diriku yang palsu …..” aku tersendat, “maksudku …. kloninganku, atau apapun itu sebutannya …..” aku tersendat lagi, ” ….. berada di dekat bapak sekarang?”

Terjadi jeda sejenak, lalu Pak Kumoro membalas “Ya, dia sekarang berada di rumah sakit, bersama dengan saya dan Profesor Widarso.”

Aku gemetaran dan ragu, namun aku memberanikan diri untuk menanyakannya lagi, “Dan Ernie? Apakah Ernie juga ada disitu?”

Aku berharap jawaban yang negatif, namun ternyata, “Ernie?” jawab Pak Kumoro, “Ya, dia ada di sini, berada di samping kloninganmu.”

Aku menegang, “Dan di sana juga ada seorang Dokter yang lain?” tanyaku lagi dengan rasa penasaran yang kian terjawab. Suaraku sedikit gugup, namun sepertinya Pak Kumoro tidak menyadarinya.

Pak Kumoro terdiam beberapa saat, “Hey, bagaimana kau tahu? Ya, di sini juga ada Dokter Edward yang kami bawa dari Amerika Serikat. Ini semestinya masih rahasia.”

Kecurigaanku terbukti benar. Aku menjatuhkan gagang telepon, sempat kebingungan, lalu berjalan ke arah cermin menatapi diriku sendiri dari balik cermin.

Pak Kumoro masih berbicara dari balik telepon, “Halo, Sam? Sam?”

“Give me that phone!” perintah Dokter Edward, terdengar dari gagang teleponku yang menggantung, “Hello, Sam. Are you there? It’s not good, I’ll explain it all to you.”

“Ini tidak mungkin terjadi” Kataku pada diriku sendiri, sambil masih menatapi cermin, disitu ada wajah dan tubuhku, “Kita adalah satu, Sam.” kataku lagi, kali ini di dalam hati.

Kami adalah satu.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


RELATED POST :

The TwinsExistence

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

One thought on “One

  1. TErdapat penggalan bahasa inggris ini cukup menarik, menandakan bahwa karya ini bukan main-main dan berkelas elit. Tapi sebaiknya agak dikurangi kasian pembaca yang tidak mahir dalam menggunakan bahasa inggris. Ingat juga ini adalah fiksi, jadi kalau orang tidak paham penyampaian alur cerita bisa jadi pembaca malah bingung apa sebenarnya yang akan disampaikan dalam bagian ini. (Bastian Arisandi).

    Posted by Bastian | November 29, 2012, 12:45 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: