//
you're reading...
All, Chapter II - The Distance

Russia


POST ILLUSTRATION

POST ILLUSTRATION

Musim dingin datang begitu cepat, awal November menciptakan cuaca yang sangat dingin di belahan bumi bagian utara. Semua orang yang berpakaian tebal di jalanan, memasukkan dan menyembunyikan tangan mereka di saku mantel; menahan dingin. Wajah-wajah yang putih itu, wajah yang tidak akan aku temukan di negaraku, Indonesia. Aku memperhatikan mereka dari balik kaca jendela apartemen yang lembab. Di sekitar jalanan tersebut terdapat sebuah pohon besar, pohon cemara, namun sedikit tertutup salju. Kendaraan terpakir dengan rapi dari seberang jalanan, semuanya juga tertutup salju. Papan besar menghadap jendela kamar apartemenku, bertuliskan nama sebuah restoran, berbahasa rusia, sayangnya aku tidak bisa bahasa Rusia.

Kesunyian ini berlalu begitu lambat, dan aku mendengar telepon apartemenku berdiring sesaat kemudian. Aku membiarkannya pada dua dering pertama, lalu aku segera mengangkatnya pada dering ketiga, “Halo ….”

Terdengar pembicara Inggris beraksen Rusia dari seberang telepon, “Hello …. Mr. Sammy, good morning, somebody is forcing to see you in the first floor, what we should do for this guest?”

Aku berpikir sejenak, “Who is this guy? What is his name?”

“Hold on, sir.” Pria dari seberang telepon itu meninggalkan pembicaraan, lalu bertanya dalam bahasa Rusia, “Эй, кто тебя зовут!?”

Tak berapa lama kemudian pria itu kembali pada pembicaraan telepon, “Sorry for waiting, Sir. His name is Aleksei.”

“Aleksei!?” tanyaku bingung.

“Yes, sir. He said about Mr. Kumoro messengers.” kata pria itu lagi.

“Oh yeah. Okay. Let him in, but I need a translator. I can’t speak Russians.”

“No problem, sir. I will come to your room with him.” kata pria tersebut.

“By the way, who is your name too?” tanyaku pada pria itu melalui telepon. Namun pria tersebut tampaknya sudah memutuskan pembicaraan telepon.

Tak berapa lama kemudian terdengar suara pintu lift yang terbuka,  lalu suara langkah kaki di atas lantai berkarpet. Pria itu sudah berada di depan pintu kamarku, mengetuk pintu. Aku segera membukanya, “My name is Akinfeyev, sir!” kata pria yang berbicara denganku di telepon beberapa saat yang lalu. Dia tersenyum, “Nice to meet you, Sir.” katanya lagi.

Ketidaktahuan ini hanyalah kepura-puraan, namun begitulah prosedurnya, kami harus berlaku seolah tidak saling mengenal, sekalipun semua hal sudah diatur dengan sangat rapi.

Aleksei, seorang pria kelahiran rusia yang sedikit lebih tinggi dari padaku. Dia berdiri tegap dengan badan yang besar berisi. Wajahnya brewokan, matanya teduh, berwarna coklat. “Мy name is Aleksei.” Ia mengulurkan tangannya, hendak menyalamiku.

“So, you can speak English, Aleksei?” tanyaku padanya, sesaat setelah aku mendengarnya dapat berbicara bahasa Inggris.

“A little bit.” katanya lagi, tidak menghilangkan aksen Russia-nya yang kental.

Akinfeyev, seorang penjaga pintu depan gedung apartemen adalah seorang yang pendek dan gendut. Wajahnya selalu dipenuhi dengan senyuman dan ketakutan. Ia ditunjuk oleh Organisasi sebagai penyedia tempat menginap bagi agen yang bertugas di Rusia, khususnya di Moscow. Ia selalu bersembunyi di dalam sebuah kabin kecil; maka aku sama sekali tidak menjumpainya saat pertama kali aku memasuki gedung apartemen ini. Aku sudah dibekali dengan sebuah kartu akses untuk memasuki gedung apartemen, tanpa perlu dijemput dan diantar. Sekali lagi, semua hal yang sudah diatur dengan sangat rapi.

Gedung apartemen yang aku tempati ini terlihat biasa dan sepertinya tidak ada sesuatu pun yang mencurigakan, namun sebenarnya gedung apartemen ini telah dipasangi bom, yang akan diledakkan sewaktu-waktu jika ada penyergapan dari polisi sipil atau intelejen Russia. Dan sang tukang ledak itu tak lain adalah Akinfeyev yang selalu mengawasi pintu depan apartemen dengan kamera CCTV kecilnya. Aku mengetahui hal ini dari briefing yang diberikan Pak Kumoro sebelum aku berangkat ke Rusia.

“Good job, Akinfeyev.” kataku pada pria yang pendek dan gendut itu. Akinfeyev hanya tersenyum kemudian mulai menunduk perlahan, tanda ketakutan.

Aleksei menatapku dengan tajam, lalu ia berjalan mendekati jendela apartemen, katanya, “We can’t do this in  an opened room.” Ia menutup semua jendela yang terbuka, “Always beware, because spy is everywhere.” katanya lagi.

“Sir, may I go now?” Akinfeyev meminta ijin untuk pergi, sambil masih menunduk “I can’t stand to hear a secret information.”

Aku mengangguk, “You can go, if you want, kin.” kataku padanya.

“Thank you, sir.” Akinfeyev berjalan meninggalkan ruangan, diikuti dengan gerakan Aleksei yang menutup pintu kamar. Terdengar suara pintu ditutup. Aku melihat Aleksei menarik nafasnya sesaat setelah ia menutup pintu. Ia pun berbalik; menatapku lagi, tetap waspada. Sekarang tinggal kami berdua di dalam ruangan tersebut. Dengan keadaan jendela yang tertutup serta pintu yang tertutup, ruangan menjadi sedikit gelap.

“Now listen, will you follow all my rule of the game?” tanyanya dengan serius.

“What rule? What game?” tanyaku tidak kalah serius.

“I’m in Russian for 10 years without detecting, because I’ve good effort in acting.” Aleksesi berbicara dengan datar, menunjukkan raut wajah yang tidak bersahabat, “I wish you shoot me when they hesitate about my identity.”

Pak Kumoro memilih Aleksei sebagai pembawa pesan padaku dengan satu alasan yang sangat jelas, bahwa Aleksei adalah agen yang sangat berpengalaman di Rusia. Aleksei sedang berbicara mengenai sebuah aturan padaku, dan aturan ini seharusnya diketahui oleh semua dinas rahasia. Bahwa insiden saling membunuh sesama agen adalah hal yang biasa; karena itulah tujuan kami berada di sini, di tempat aku dan Aleksei sekarang berada, yaitu menyelesaikan tugas tanpa meninggalkan jejak dan kecurigaan.

Begitulah semestinya, dan ketegasan seperti yang dilakukan Aleksei dalam menjalankan penyamaran tidaklah mudah, karena dituntut kedewasaan dan rasionalitas. Aku masih sangat miskin pengalaman pada saat ini, umurku 17 tahun, aku sedang dites dalam tugas perdanaku di level internasional. Aku sudah berjanji pada Pak Kumoro bahwa aku akan pulang dengan selamat, dan aku tidak akan memberi kesempatan kepada kloninganku untuk menggantikan kehidupanku di Indonesia; jika aku mati di Rusia.

“Prepare your gun, kid.” kata Aleksei padaku, “I will not teach you the basic. You know what to do. I leave a bag in the toilet. Go and pick it up. The next time we met, we don’t know each other. I will kill you. Remember that.”

“Yes, I will remember.” jawabku datar.

Merasa pembicaraan sudah cukup, Aleksei berbalik, membuka pintu kamar apartemen, lalu menutupnya kembali; segera meninggalkanku dalam ruangan yang gelap itu. Ia pergi dengan begitu cepat tanpa mengatakan apapun lagi sebagai penjelasan tambahan. Aku memperhatikan kepergiaannya, dan menyadari sesuatu. Aku berjalan menuju jendela apartemen, membuka gordennya, dan melihat bayangan diriku dari kaca yang lembab itu. Ya, dugaanku itu benar, aku memang tampak sendirian. Aku sendirian dalam tugas ini. Aku sendirian di Rusia.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


RELATED POST :

SalvatoreSurroundedSchool TimeSacrificeBetrayal – Scene 1ChoiceBetrayal – Scene 2Death AngelBetrayal – Scene 3The First Assassination

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

2 thoughts on “Russia

  1. Pengantar pada awal cerita sangat bagus, pemaparan yang detil sehingga pembaca terasa berada pada tempat tersebut. Hati-hati penggunaan bahasa asing. (Bastian Arisandi).

    Posted by Bastian | November 29, 2012, 12:50 am
  2. Our custom labels are just the beginning at http://www.evermine.com. We’re also your one-stop shop for labels, coasters, favor tags, return address labels, personal stationery, packaging and more! We offer a wide selection of personalized labels and custom products for any holiday or occasion.

    Evermine.com also uses blackhat seo tatics to promote Evermine’s services and products. Evermine pays Russ Jones from virante.org way too much money to try and rank high for keywords such as custom labels and labels. Russ Jones at rjones@virante.com

    Posted by AGERIOXIA | September 20, 2014, 11:34 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: