//
you're reading...
All, Chapter II - The Distance

Sacrifice


POST ILLUSTRATION

POST ILLUSTRATION

Sebuah taman hijau yang berada di bagian belakang rumah sakit asrama, menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan. Siapapun yang ingin mengobrol santai, tempat ini menjadi pilihan yang paling tepat. Diteduhi sebuah pohon akasia yang besar, beralaskan selembar terpal berwarna biru di bawahnya, aku dan Pak Kumoro sedang menikmati istirahat siang kami. Pak Kumoro mengajakku bermain catur. Mulanya aku menolak, namun karena didesak akhirnya aku mengikuti ajakan itu. Aku memilih pion berwarna hitam dalam bermain catur, sedangkan Pak Kumoro memilih pion berwarna putih. Permainan berjalan dengan sangat ketat selama hampir setengah jam, sampai pada satu langkah yang sangat krusial, Pak Kumoro menanyakan sesuatu pertanyaan padaku, “Ksatria kuda bisa jadi adalah kunci terpenting dalam membangun serangan dan pertahanan, tapi aku bukanlah ahlinya dalam bercatur,” aku menyimak, “Katakan padaku, Sam. Apa yang akan kamu lakukan terhadap kuda ini, jika kematiannya dapat membuatmu memenangkan permainan.”

Ini bukanlah teka-teki, jawaban logis manapun pasti mengatakan, “Aku akan membunuhnya.”

“Jawaban yang sederhana, bukan?” kata Pak Kumoro, sambil meletakkan sang Ksatria kuda dalam posisi yang berbahaya. Aku tanpa ragu melahapnya dengan pion kecil, namun beliau hanya tersenyum. “Skat Mat!” katanya sambil memajukan menterinya beberapa langkah ke depan, melahap sang pion kecil.

“Inilah yang akan kamu lakukan di Rusia. Aku tahu menembus dinding markas intelejen Rusia dengan segala perangkap dan penjagaan adalah hal yang mustahil. Kita hanya mengantarkan nyawa jika tetap kukuh menembusnya. Kamu mengerti?”

Aku mengangguk, “Tapi kenapa dalam penjelasan tertulis aku diharuskan menembusnya.” tanyaku.

“Ini adalah perangkap. Aku mencurigai seseorang, seseorang dari dalam tembok Rusia yang sudah mengkhianati kita. Kamu tahu siapa?”

Aku berusaha menduga-duga, “Aleksei?”

“Ya,” jawab Pak Kumoro langsung, “Aleksei, seorang agen senior yang kita susupkan ke moscow bisa jadi telah mengkhianati kita jauh-jauh hari sebelumnya. Setiap agen yang kita kirim ke Moscow tidak akan pulang dengan selamat, dan sekarang mungkin korban selanjutnya adalah kau.”

Aku sedikit tertegun, “Jadi apakah anda akan tetap mengirimku ke Moscow?”

“Tentu saja,” Pak Kumoro menyentuh pundakku, “Aku tahu, kau adalah agen terbaik, kamu bahkan adalah yang terbaik dalam segala hal termasuk meloloskan diri dan berkelahi tangan kosong. Aku percaya kamu akan berhasil. Tapi aku ingin kamu melakukan sesuatu yang berbeda dari apa yang diinstruksikan nantinya di Moscow.”

“Apa itu?” Aku penasaran.

“Seperti ksatria kuda tadi, kamu hanya bisa menyusup masuk ke dalam markas mereka dan menghabisi atasan mereka langsung dari dalam.”

Aku semakin tertarik.

“Kau harus membiarkan dirimu tertangkap, itu adalah umpan, setelah itu, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan.” Pak Kumoro berbinar menatapku.

Ide yang cemerlang, namun sedikit gila, tapi melakukan hal gila adalah bagian dari keahlianku, “Bagaimana dengan Aleksei?” tanyaku lagi

“Jika dia merasa terlalu pintar dan meremehkanmu, habisi dia, karena Ia akan datang dengan sendirinya untuk menghabisimu.” Nasihat yang sungguh bijaksana.

“Jadi, anda ingin saya membuhun Aleksei?”

“Ya, bunuh Aleksei.” kata Pak Kumoro singkat.

Angin menghembus sangat kencang, menggoyangkan ranting-ranting pohon akasia yang meneduhi aku dan Pak Kumoro; daunnya sedikit berguguran. Musim kemarau akan segera berakhir, hujan sudah mulai turun di beberapa titik daerah, di Indonesia, namun aku tidak akan melihat musim itu berkesudahan, aku hanya akan melihat salju, itu yang aku pikirkan setelah aku berangkat ke Rusia nanti.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


RELATED POST :

RussiaSalvatoreSurroundedSchool TimeBetrayal – Scene 1ChoiceBetrayal – Scene 2Death AngelBetrayal – Scene 3The First Assassination

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

3 thoughts on “Sacrifice

  1. salam kenal.. 🙂

    Posted by affanibnu | November 16, 2012, 3:01 pm
  2. Mungkin ini bisa dijadikan awal bagaimana Si Agen bisa diterjunka menjadi agen ke Rusia, sehingga alur cerita tampak nyambung. Ini jika dijadikan awal bagaimana Si Agen bisa diterjunkan ke Rusia tinggal dibumbui sedikit kalimat akan menjadi lebih menarik. (Bastian Arisandi)

    Posted by Bastian | November 29, 2012, 1:10 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: