//
you're reading...
All, Chapter III - Complication of Life

Higher


POST ILLUSTRATION

POST ILLUSTRATION

Sammy tergeletak di atas rerumputan, tidak bernyawa, wajahnya pucat. Aku seperti melihat diriku sendiri mati tergeletak di sana, sangat mengerikan. Sementara aku berdiri di sini, masih bernyawa, jadi apa yang bisa dijelaskan tentang aku yang telah mati di sana. Aneh, namun akun sadar betul, yang mati itu bukanlah diriku sepenuhnya, dia adalah Sammy, dan aku adalah Salvatore.

Halaman rumput itu dikelilingi pohon, merekalah yang menjadi barikade kematian seorang pemuda pemberani yang mempertaruhkan nyawanya di negeri orang. Aku meletakkan hormat tinggi padanya. Baru sesaat, kami seolah diciptakan berdampingan, kini terpisah terkoyak. Tidak ada lagi Sammy dan Salvatore, tersisalah hanya aku seorang; Salvatore.

Aku mendengar suara orang berlarian, dari belakang, aku mendengar, dua langkah kaki cepat menghampiri kegelisahan hatiku. Mereka adalah Pak Kumoro dan Profesor Widarso. Keduanya terbelalak melihat mayat yang tergeletak di atas rumput tersebut. Heran bercampur rasa tidak percaya, bahwa agen terbaik mereka telah mati di tangan intelejen Rusia.

“Tidak mungkin …..” Pak Kumoro sambil menatap mayat Sammy, lalu menoleh kepada Profesor Widarso, “Bagaimana menurutmu, Prof?”

Sempat terdiam, Profesor Widarso menjawab, “Akan kita otopsi di Laboratorium, baru kita bisa mengetahui kebenarannya. Apakah dia benar Sammy.”

Pukul 5.30 sore. Langit mulai menjadi gelap. Matahari di sebelah barat sudah terbenam seluruhnya. Angin mendadak berhembus kencang dari sebelah timur, mengguncang pohon disekitar halaman rumput tersebut. Ada sekelabat hal kecil yang aku sadari, bahwa aku tidak merasakan efek setrum ketika melihat Sammy lagi. Apakah karena dia sudah mati? Aku dengan pasti tahu jika sesuatu yang buruk terjadi padanya, bahwa aku bisa bermimpi. Namun untuk kali ini aku tidak memiliki petunjuk apapun. Aku mulai mencium bau konspirasi.

Lamunanku buyar, Ernie datang dari belakangku, lalu menyentuh pundakku, memperhatikan Sammy yang tergeletak di atas halaman rumput. Ia tidak bereaksi apapun kecuali hanya diam. Ia keras menggenggam pundakku. Aku berusaha menyentuh tangannya, sambil berkata, “Tidak apa ….. Tidak apa-apa ……”

Tanpa sempat aku hindari, Ernie langsung memeluk tubuhku dengan erat. Kehangatan itu membuatku merasa damai sesaat, namun aku juga merasa sangat takut, takut bahwa dia telah salah memeluk orang. Aku bukan Sammy. Sammy telah mati.

Seperti tak mempedulikan apa yang terjadi, mungkin itu lebih baik. Pak Kumoro dan Profesor Widarso memperhatikan apa yang kami lakukan, namun mereka tidak peduli, mereka lebih peduli pada pertanyaan mereka. Apakah benar, itu adalah Sammy? Aku sendiri tidak terlalu perhitungan. Aku hanya tahu bahwa sekarang aku adalah pewaris dan pengendali kehidupan Sammy sebagai Salvatore. Atau aku bisa menjadi Sammy saja?

Jiwa ini tidak dapat terbagi menjadi dua. Mungkin Tuhan lebih memilih aku untuk hidup daripada Sammy. Aku tersenyum, tersenyum seperti Iblis. Sesaat aku percaya bahwa aku adalah manusia yang jauh lebih pantas dan jauh lebih tinggi dari manusia lainnya.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


RELATED POST :

Loving HerStrandedErniePoorForgottenDreamBlack ShadowWinterKidnappedStormSilentStruggleTearsChristmas EveFuneral, Wisdom

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

6 thoughts on “Higher

  1. hahhahaaaaaaaaaaaaaaa…………..
    sadis deh kaka! 😛

    Posted by yisha | December 7, 2012, 9:50 am
  2. Sammy dan Salvatore itu ceritanya kembar gan, atau bagaimana…..?

    Posted by kangyaannn | December 7, 2012, 10:47 am
  3. aku pikir sammy simorangkir :mrgreen:
    ceritanya aku suka kakak 🙂

    Posted by lea | December 7, 2012, 4:29 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: