//
you're reading...
All, Chapter III - Complication of Life

Dream


POST ILLUSTRATION

POST ILLUSTRATION

Mimpi. Mimpi yang seringkali membuat kita ketakutan.

Pagi saat kita terbangun, dan menyadari bahwa yang kita alami semalam hanyalah mimpi. Apa yang kita rasakan? Hal yang sulit diterima? Bahkan mungkin membuat hati kita merasa kecewa. Kita bermimpi, karena mungkin kita mempunyai suatu keinginan yang tidak bisa kita capai di kehidupan nyata, dan akhirnya hadir dalam mimpi-mimpi yang menyesakkan. Aku melihat hari-hari yang paling krusial dalam perputaran roda kehidupanku di dalam mimpi. Tentu hari ini, dengan penuh kesadaran, aku tahu bahwa semua yang aku alami di masa lalu adalah hal nyata, sekalipun bagi sebagian orang sangat tidak masuk diakal. Kehidupan yang sebenarnya, yang pernah dibayangkan hanyalah fantasi dan ilusi, dan jika kita tidak pernah berada di dalamnya, kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi aku berada di dalamnya, dan aku akan menenami setiap orang untuk berpetualang jauh menembus segala persepsi yang salah.

Beginilah aku, dan di sini, sedang terbaring di atas tempat tidur. Jam menunjukkan pukul 5 pagi. Aku bergegas beranjak dari tempat tidur dan menghampiri jendela kamar. Kamar yang sempit ini, dengan design minimalis adalah kamar impianku. Aku sangat menikmatinya, dan aku tak pernah lupa untuk membersihkannya setiap hari. Ketika aku membuka jendela kamar, aku dapat melihat cahaya biru menyambutku, dan selalu biru, hanya saja sesekali mendung. Aku melihat halaman rumput yang hijau, basah, terkena embun pagi, dan aroma air yang menyegarkan nafas, kuhirup dengan penuh rasa syukur. Hari ini adalah hari yang indah, seperti biasa, sejak aku berhenti berpetualang dari kehidupanku yang kelam.

Aku beranjak pergi dari jendela kamar, keluar kamar tidur dan menuju pintu depan. Tumpukan koran selalu berada di sana, dan hanya aku baca jika ada hal yang menarik. Kiriman koran terbaru yang selalu aku pungut dari atas lantai, tidak akan bertahan 5 menit dari genggamanku, kemudian akan aku lempar kembali seperti sampah ke tumpukan. Namun judul headline pada pagi hari ini sangat menarik perhatianku, dan aku membacanya dengan seksama. Berita itu ditulis oleh seorang pakar pendidikan di kolom opini. Orang ini sepertinya aku kenal, dan kami pernah bertemu, namun waktu dan tempatnya tidak aku ingat. Ia menulis, “WASPADAI INTELEJEN MEMASUKI SEKOLAH“.

Berita itu, berita yang mungkin akan dianggap mengada-ngada. Aku mengerti kenapa seorang pria tua pakar pendidikan itu menuliskannya. Mungkin ia sudah mulai menyadari bahwa anak didiknya ada yang berperan sebagai mata-mata. Sementara status siswa yang disandang oleh anak didiknya adalah fiktif, hanya untuk menutupi identitas yang sebenarnya. Namun intelejen tidak hanya menyamar menjadi siswa sekolah, kadang mereka juga menjadi mahasiswa, pekerja kantor, pegawai negeri, pejabat negara, bahkan ada yang berhasil menjadi seorang guru, itu yang aku ketahui. Gerakan intelejen memang tidak boleh dianggap enteng, namun kenyataan ini adalah sesuatu yang tidak layak untuk dikhawatirkan, kecuali pihak intelejen asing telah mensusupi dengan baik sejumlah mata-mata mereka ke dalam masyarakat dan menempati peran yang sangat vital.

Dari kalimat pertama dan akhir, aku berusaha mensarikan pesan yang tertulis dari berita opini tersebut. Aku menemukan bahwa mereka sesungguhnya hanya khawatir bahwa kekerasan akan memasuki lingkungan sekolah. Hal yang masuk akal, namun sepertinya informasi yang ditulis ini sudah ketinggalan. Aku sebagai intelejen bahkan sudah mensusupi sekolah sejak 7 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2005, saat proyek manipulasi diri dijalankan untuk pertama kalinya. Sekalipun berjalan tidak sesuai harapan, namun sedikit banyak berhasil dengan baik. Hasil dari operasi rahasia tersebut sebenarnya adalah mempersiapkan era keemasan bagi negara ini, dan semua itu akan terlihat secara nyata pada tahun 2014. Aku sebagai pionir perubahan berada di dalamnya untuk memberi pengaruh. Aku juga melenyapkan mereka yang coba merusak generasi ini, yaitu mereka yang diutus pihak asing untuk mengganggu. Para koruptor, para penipu, para bandar narkoba, mereka semua yang mati ditanganku.

Kita hanya bisa tertawa, dan seorang pakar pendidikan yang sudah menua tersebut tidak sedang mengkhayal dan bermimpi. Dia mengatakan kebenaran, namun siapa yang akan mempercayainya? Mungkin hanya segelintir orang saja. Mereka adalah orang-orang aneh yang disebutkan dijamannya, seperti aku di jamanku. Namun sekarang gelar aneh itu akan terlepas dengan sendirinya setelah era keemasan itu datang.

Bersiaplah.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


RELATED POST :

Loving HerStrandedErniePoorHigherForgottenBlack ShadowWinterKidnappedStormSilentStruggleTearsChristmas EveFuneral, Wisdom

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

4 thoughts on “Dream

  1. Kira-kira inte;ejen kalo di sekolah kerjannya ngapain aja ya?

    Posted by Yudi | December 12, 2012, 2:15 pm
  2. Mimpi indah,namun ada buruknya..

    Posted by Erit07 | December 14, 2012, 5:00 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: