//
you're reading...
All, Chapter III - Complication of Life

Kidnapped


POST ILLUSTRATION

POST ILLUSTRATION

Kepalaku dibenamkan dalam kantong kain. Dari pandanganku, semua hanya terlihat seperti seberkas sinar yang melintas. Aku dibawa ke suatu tempat. Suara mesin mobil mendesing di dekat telingaku. Aku merasa seperti sedang berbaring di atas lantai sebuah kendaraan. Getarannya menghentak, melewati jalanan bebatuan, dan akhirnya berhenti disebuah tempat.

Mesin mobil dimatikan, bersamaan dengan sunyi yang datang menyergap. Terdengar suara pintu mobil dibuka, tepat di samping kananku. Aku dapat merasakan bahwa sebuah tarikan yang sangat kasar sedang berusaha menyeretku. Kedua tanganku terikat, begitu juga kedua kakiku.

Geraman meluncur dari mulut seseorang. Pundakku tergesek di atas lantai kendaraan. Kuat dugaanku, aku diseret keluar dari dalam mobil. Bau lumpur menusuk hidungku, dan bau itu semakin menyengat, semakin aku terseret jauh. Aku seperti diputar setengah lingkaran. Pada saat yang krusial itu aku mulai menyadari bahwa aku hendak dibenamkan ke dalam lumpur.

Dari kaki hingga pundakku, hampir semua tertutup lumpur. Tanganku diikat dengan tali, dan tali itulah yang menahanku agar tidak terperosok lebih dalam di kubangan lumpur. Seseorang ingin menyiksaku sebelum benar-benar membunuhku. Aku dapat merasakan gelagat kematian dari tindakan orang tersebut terhadapku. Pembunuh psikopat, dia adalah pembunuh psikopat.

Tutup kepalaku akhirnya dibukakan, dan semua pandangan menjadi jelas. Tentang dimana aku berada sekarang, aku berada di sebuah hutan. Aku melihat pohon-pohon menjulang tinggi berada di sekitar; yang sedikit banyak membuat tempat ini menjadi angker. Seseorang pria berdiri di depanku, tubuhnya tinggi besar, dengan balutan jaket kulit hitam dan celana panjang hitam. Ia berkacamata, dan wajahnya terlihat jelas ketika ia membuka kacamatanya.

Siapa dia? Aku tidak mengenalinya, namun Ia menyeringai ketika melihat aku tertindas seperti ini. Dengan gerakan santai, Ia berjalan mendekat sambil meludahiku wajahku, “Cihhh!!!! Malaikat Kematian? Ini yang mereka sebut Malaikat Kematian?”

Aku merasa sedang dilecehkan. Aku hendak melawan, namun tanganku dibelenggu dengan keras oleh tali. Tepat seperti dugaanku, aku sedang menggantung, setengah terbenam di atas kubangan lumpur.

“Kau berontak, kau mati!” kata pria tersebut, berusaha mengancam.

“Siapa kau!?” tanyaku dengan nada yang keras.

“Aku???? Kau tidak mengenaliku????” Pria tersebut mengitari kubangan, lalu mengeluarkan senjata api dari saku jaketnya, “Aku adalah PETRUS!!!!”

TARRRRR!!!!!

Sebuah tembakan Ia luncurkan ke punggungku. Aku terdorong ke depan, lalu merasakan panas yang teramat sangat di belakang tubuhku. Darah seperti mengalir, namun aku tidak bisa melihatnya dalam posisi yang menggantung dan terikat ini.

Dengan menahan rasa sakit aku berusaha berbicara, “Kau bilang kau adalah PETRUS?” tanyaku, “Sang Legenda yang telah lama menghilang?” Aku ingin tertawa, namun ketika tawa itu hampir meledak, aku melihat seberkas sinar yang datang dari arah utara. Sebuah barikade pasukan datang menghampiri kami.

Seperti kehilangan ketenangan, pria tersebut segera berusaha melarikan diri. Tapi aku juga dapat merasakan cahaya lain datang dari arah yang berlawan. Kami sudah terkepung. Akhirnya dengan tanpa belas kasihan, tubuhku ditembak sebanyak dua kali oleh pria tersebut. Pada tembakan ketiga, aku pasrah, namun sepertinya tembakan tidak itu mengarah ke tubuhku.

Aku sekarat, dan pada detik dimana kepalaku mulai terasa berat, seseorang mendekat ke arahku, berusaha membuatku tenang, “Tak apa, Sal, Kau Aman.” Aku mengenali suara dan wajah itu, dia adalah Le Van. Aku hanya membalasnya dengan senyuman.

Sepanjang malam itu, aku gamang, antara mimpi buruk dan kenyataan. Mimpi buruk bahwa aku telah mati dan kenyataan bahwa lagi-lagi aku diselamatkan.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


RELATED POST :

Loving HerStrandedErniePoorHigherForgottenDreamBlack ShadowWinterStormSilentStruggleTearsChristmas Eve, Funeral, Wisdom

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

2 thoughts on “Kidnapped

  1. makin asyik bacaaaaaaaaa……….

    Posted by yisha | December 17, 2012, 8:57 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: