//
you're reading...
All, Chapter III - Complication of Life

Funeral


POST ILLUSTRATION

POST ILLUSTRATION

Kami menaiki jalanan terjal menuju sebuah bukit. Aku selalu dengan sigap memperhatikan langkah kakiku. Usaha terakhir ini harus berjalan sesuai rencana. Badai salju telah berhenti, namun kali ini kami dihadang oleh tebalnya tumpukan salju yang mengitari bukit. Terperosok adalah sesuatu hal yang sangat berbahaya, karena dengan seketika bisa terpental jatuh ke bawah, ke dasar jurang. Luka dikakiku belum sembuh sepenuhnya, namun masih kuat bertumpu, mengeluarkan sisa-sia tenaga untuk menahan rasa sakit. Aku melihat Awei hanya diam, sambil memapah Madam Yo menaiki perbukitan. Kami sedang menuju puncak gunung, untuk kemudian memakamkan Madam Yo. Persembahan terbaik dari kami, yang tidak sanggup berbuat apa-apa ketika dibutuhkan, berharap dapat terbayar dengan memakamkan Madam Yo ditempat yang layak.

Hari ini tepat melewati tiga hari badai, cuaca masih saja dingin. Aku sempat merasakan gigil, dan ingin menyerah, namun ketika melihat kegigihan Awei, aku segera mengurungkan niatku. Sedikit lagi, sebentar lagi. Menurut cerita Awei di atas bukit tersebut kami bisa berteduh, karena ada gua besar di sana. Tempat yang ideal untuk beristirahat setelah memakamkan Madam Yo.

Memasuki kawasan yang hampir sejajar, aku melihat sebuah tempat yang dipenuhi pepohonan. Ada sungai kecil diatasnya, namun beku pada musim dingin. Selain itu aku juga melihat hamparan batu-batu besar yang teramat banyak. Kami seperti sedang berada di sebuah lembah pegunungan, tepat di atas gunung yang lainnya. Ternyata Awei tidak salah memilih tempat. Keindahan alam mungkin tersaji dengan apik bila musim semi datang menghiasi lembah ini. Aku terkesima.

“This is the place, we have to step forward, at last for one kilometer.” kata Awei, menoleh ke belakang, memperhatikan gerak-gerikku.

Aku mengangguk, dan memulai langkahku berikutnya dengan penuh semangat. Ini seperti hadiah bagiku, setelah bersusah payah selama tiga hari menahan rasa sakit dan lapar. Bagaimana tidak, segala kebaikan yang kami miliki, kami prioritaskan kepada Madam Yo, begitu juga soal makanan. Lambung kami hanya diganjal dengan setengah batang ubi bakar, untuk menahan rasa lapar seharian. Bunyi perut keroncongan kerap terdengar, namun kami berdua selalu berpura-pura tidak mendengar satu sama lain.

“After this we will eat.” Awei seperti dapat membaca pikiranku. Ia hanya tersenyum ketika mengatakan hal itu, mungkin Ia mendengar bunyi perutku yang keroncongan. Aku balas tersenyum.

Satu kilometer ke depan, langkah kaki ini menjejak pada bagian terakhir dari kisah yang mengharukan; bahwa seorang anak yang berjuang menyelamatkan nyawa ibunya, namun gagal. Apakah anak ini tidak berguna? Aku tidak melihat satu pun upaya untuk mundur, anak ini terus maju, bahkan pada saat kematian ibunya, Ia masih bersihkeras memberikan yang terbaik.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


RELATED POST :

Loving HerStrandedErniePoorHigherForgottenDreamBlack ShadowWinterKidnappedStormSilentStruggleTears, Christmas Eve, Wisdom

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

2 thoughts on “Funeral

  1. kaka, kisah ini udah kaka selesaikan, hanya tinggal upload aja, atau masih ditulis?
    *makin keren…………..

    Posted by yisha | December 27, 2012, 11:17 am
    • terimakasih, saya masih simpan beberapa konsep, tentunya setelah akhir tahun, akan selesai diupload semua, untuk kelanjutannya sampai benar-benar habis harus tunggu tulisan ini diterbitkan secara fisik, dan semoga bisa diterbitkan secara fisik nantinya. cerita ini masih sepenggal-penggal’kn? detilnya belum kelihatan. hehehehehehe. 😀

      nanti awal tahun akan ada cerita baru, konsep baru untuk kembali diterbitkan di blog, tunggu tanggal mainnya ya. 🙂

      Posted by Denny Leo | December 27, 2012, 11:34 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: