//
you're reading...
All, Chapter IV - The Ending

New Year


POST ILLUSTRATION

POST ILLUSTRATION

Aku mendapatkan banyak sekali kartu ucapan, semua itu aku tumpuk di atas meja. Membacanya satu per satu, dan dengan seksama memperhatikan sebagian besar kartu yang berisi ancaman. Kartu-kartu itu seperti surang kaleng, dan tidak ada seorang pun yang menduga bahwa kebaikan mengucapkan selamat tahun baru bisa berkonotasi negatif. Tempat sampah yang aku geser berada di dekatku menjadi penuh, karena dipenuhi kertas-kertas amplop. Beberapa yang penting seperti kartu ucapan dari Ernie aku simpan ke dalam saku baju, dan aku beranjak dari situ, keluar dari ruangan, menuju halaman depan. Nama jalan tempat dimana aku tinggal sekarang bernama Putri Candra Midi, di dalam sebuah gang sempit, namun dipenuhi perumahan mewah. Sesekali aku disapa oleh para tetangga, mereka cukup ramah, kebaikan mereka tunjukkan juga pada malam hari ini, malam tahun baru. Ada pesta di sana, tepat di samping rumahku, undangan telah aku terima, namun dengan halus aku menolak. Aku lebih memilih berada di keramaian, di jalanan pada malam hari ini. Detik pergantian tahun akan aku habiskan di dekat sebuah dermaga.

Yang ada di dalam pikiranku saat ini adalah mengenai Sammy. Sambil berjalan, aku memikirkan keberadaannya. Ternyata benar instingku, bahwa yang tegeletak mati di halaman distrik beberapa minggu yang lalu bukanlah Sammy. Lalu dia siapa? Apakah dia sama denganku? Seonggok daging berjiwa hasil dari percobaan ilmiah? Aku sama sekali tidak melihat penghargaan sedikitpun terhadap kemanusiaan, jika itu benar terjadi.

Pada persimpangan ke-dua, tepat ketika aku keluar dari gang dan jalan besar, aku melihat beberapa mobil berwarna hitam terparkir di sekitar jalanan. Aksi mereka membuat jalanan menjadi macet, dan kecurigaanku mulai datang saat mereka pergi dengan sendirinya ketika kemunculanku terlihat dengan jelas oleh mereka. Aku segera menelepon Pak Kumoro, menekan tombolnya dengan gelisah. Namun tidak ada jawaban. Sambungan sibuk.

Keberadaanku kini terserak di antara ratusan ribu manusia. Bayang-bayang dari kegelapan atau kecurigaan yang teramat sangat membuat sikap paranoid itu kambuh. Menoleh kiri dan kanan di sepanjang perjalanan menuju pelabuhan. Aku tahu bahwa seseorang sedang mengikutiku, namun tentunya Ia menunggu waktu yang tepat untuk menyergapku. Maka pada saat desingan di telingaku berbunyi, suara Pak Kumoro mengejutkanku, bahwa benar aku sedang berada dalam bahaya besar.

“Sam …..” suara Pak Kumoro timbul tenggelam dari alat komunikator yang aku kenakan di bagian telinga sebelah kanan. “Sam …..”

Aku menjawab dengan gugup, “Ya …..”

“Segera menjauh dari jalanan, ada sekelompok orang yang membuntutimu, mereka bersenjata!”

Kakiku lemas, aku berusaha tetap tenang, namun ketika aku berbalik dari posisiku yang semula, sebuah tembakan keras menghantamkan tubuhku.

“TARRRR!!!!”

Aku masih sanggup berdiri, dan aku membalas tembakan itu dengan tembakan yang lainnya.

“TARRRR!!!!”

Suasana menjadi chaos, warga disekitar yang melihat insiden ini beteriak dan berlarian menjauhi lokasi penembakan. Apakah kali ini aku akan lolos dari maut? Malaikat kematian melebarkan sayapnya, dan segera aku terkepung oleh setidaknya 5 orang, 3 dibelakang, 2 di depan. Tamatlah riwayatku, dan mereka masing-masing mengacungkan senjata tepat ke arah ke tubuhku.

“YOU DIE!!!!” geram seseorang.

Aku pasrah, sambil memejamkan mata, detik berikutnya adalah misteri, karena tiba-tiba saja aku telah berada di sebuah ruangan yang gelap dan tertutup rapat. Keanehan apa ini? Sepertinya aku kembali sedang bermimpi lagi.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


Catatan dari Penulis : “Ini adalah bagian terakhir dari kisah Sammy dan Salvatore yang dituangkan dalam blog ANOTHER DAY. Mulai Januari 2013, akan diterbitkan kisah baru yang berjudul ‘Jaman’.”


RELATED POST :

Beijing, About The Twins

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

4 thoughts on “New Year

  1. yeah, kaka, masa ini endingnya?
    jaman? ttg sammy dan sal lagi ngga ka?

    Posted by yisha | December 31, 2012, 9:42 am
  2. Bgus,ditunggu klanjutannya. .

    Posted by Erit07 | January 2, 2013, 2:47 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: