//
you're reading...
All, Stranger

Berantakan


Berantakan

Berantakan

Kamar anak laki-laki selalu berantakan, namun tidak akan pernah seberantakan milik Ignatius. Bagaimana tidak, baik buku maupun kertas-kertas berserakan di atas lantai. Dinding di penuhi tulisan-tulisan aneh berisi kata-kata kunci yang membingungkan, salah satu-nya adalah kata “mati”. Kekacauan ini seperti perbuatan orang gila. Di dalam ruangan kamar itu sendiri hampir tidak ada pencahayaan, semuanya tampak gelap dan samar-samar. Ignatius hanya terbaring di sana. Diam dan sunyi.

Dunia yang ada di dalam kepala anak muda ini sangat mengganggu kehidupan sehari-harinya. Ia di kenal di dalam lingkungan sebagai sesosok yang penyendiri. Jika ia ingin keluar untuk berjalan-jalan, maka ia akan pergi ke gudang tua dekat pantai di pesisir kampung. Keberadaan orang disekitar akan sangat mengganggunya, terlihat dari sikapnya yang sangat emosional apabila seseorang mendekatinya. Pekerjaan yang dilakukan oleh tangannya tak lain adalah memegang buku dan menulis. Tentang apa yang dia tulis, tak seorang pun yang mengetahuinya.

Oleh karena Ignatius sangat pintar di sekolah, maka orang menganggap bahwa itu adalah sifat bawaan dari orang yang sangat pintar. Namun sebenarnya adalah sesuatu yang sangat misterius, bahkan lebih misterius dari gelapnya malam di tengah hutan belantara. Ia sering meracau sendiri, apabila telah berdiri bebas di tepi pantai. Angin menghembus dan menerpa tubuhnya dengan sangat kencang. Kedua tangannya menengadah ke atas langit. Buku yang Ia bawa, Ia letakkan di atas hamparan pasir, terkena buih ombak, namun tidak ikut terseret ke arah pantai.

Tiba-tiba saja dari dalam pikiran Ignatius muncullah sesosok laki-laki tua yang berpakaian sederhana. Ia berdiri tepat di belakang Ignatius.

“Hai, anak muda.” sapa laki-laki tua itu.

Ignatius menoleh ke belakang, namun hanya diam. Ia memperhatikan dengan seksama laki-laki tua itu.

“Hai, anak muda.” sapa laki-laki tua itu lagi.

Merasa ketakutan, Ignatius segera beranjak pergi dari tempat itu. Ia berlari sambil memunguti bukunya yang ia letakkan di atas pasir. Di dalam pikirannya berkecamuk sesuatu yang aneh, membuatnya berteriak histeris, tak karuan.

Sekembalinya Ia ke dalam kamar yang gelap, Ia segera menutup pintu. Menggeliat dan menarik selimut, kemudian bersembunyi. Tak terjadi apa-apa. Ia tersadar dari lamunannya, lalu menyadari bahwa hari sudah beranjak menuju senja. Jam menunjukkan pukul 5 sore. Kamarnya masih berantakan, namun ia segera keluar dari sana, dan melihat bahwa tidak terjadi apa-apa.

Terdengar suara televisi dinyalakan, dari ruang tamu. Ignatius dengan perlahan mengintip ke ruang tamu, dan menemukan Ibunya sedang asyik menonton acara televisi.

“Ada apa, nak?” Tanya sang Ibu, sambil menoleh ke arah anaknya, Ignatius “Kamu lapar,nak? Sudah makan? Mau minta dibuatkan apa, nak?”

Ignatius yang wajahnya sudah mulai pucat dan berkeringat dingin, sedikit lega, mengetahui bahwa itu benar adalah Ibunya. Ia sempat ketakutan, namun kemudian Ia tersenyum, sambil menjawab, “Tidak, Ma. Terimakasih.”


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


Related Post : Sang Pengkhayal, Hujan, Misteri, Gang SempitHutang Budi, Yang Ada Di Pikiranmu, Kabut, Ayah Yang Terlalu Sibuk, Tempo DoeloeParanoid

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

13 thoughts on “Berantakan

  1. wah jangan-jangan laki-laki tua itu juga hanya khayalan dia semata hehe..

    Posted by 'Ne | January 3, 2013, 9:37 am
  2. sama gan kamar anak laki saya juga berantakan,,, sampe istri di bikin pusing ngeberesinya hehehe

    Posted by kangyaannn | January 3, 2013, 9:50 am
  3. Jangan2 laki2 tua itu hanya dalam mimpi. Atau laki2 tua itu penampakan. 😆 Jadi ngaco gegara ignatius. 😉

    Mas, ikutan GA saya ya? 😉
    http://idahceris.wordpress.com/2012/12/20/give-away-langkah-catatanku/

    Posted by Idah Ceris | January 3, 2013, 1:26 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: