//
you're reading...
All, Stranger

Gang Sempit


Gang Sempit

Gang Sempit

Tentu adalah sesuatu yang sangat berarti, sebuah nama yang menjadi kunci peristiwa di masa lalu. Ignatius memperhatikan nama tersebut dengan seksama, nama tersebut dituliskan dengan format acak-acakan, nama tersebut adalah Aleksei.

Aleksei bukanlah orang yang baik, siapapun mengetahui rahasia itu. Ia menutupi kejahatan-nya dengan selalu berpura-pura menjadi loyal, namun mata dan telinga siapa yang tidak mengawasi. Sekalipun di dalam pikirannya, Intelejen Indonesia berhasil dibohongi, sesungguhnya, karena keangkuhan, ia seperti buta dan tidak menyadari bahwa tanda hitam telah ditempelkan di atas nama dan keberadaannya. Ia hanya dimanfaatkan sebagai pion.

Adapun Kumoro, membuntuti Aleksei dari kejauhan. Mereka berjalan di atas jalanan negeri asing bernama Cina, tepatnya di Beijing. Nama jalan itu adalah Wangfuijing Street, jalan tersibuk dari keseluruhan kota, setidaknya puluhan ribu manusia, tumpah ruah di jalan. Namun sepertinya perhentian Aleksei bukan di tempat yang sangat rawan pengintaian, Ia mengincar sebuah gang sempit di sekitar bangunan yang gelap dan lembab. Bau amis tercium dari dalam.

Seseorang tampak sedang duduk di atas tempat sampah, di penghujung gang. Ia bertubuh kekar dan berwajah bulat. Tarikan nafasnya cukup berat. Ia seperti hanya memakai kutang dan celana karet yang pendek berwarna hijau. Nama orang tersebut, seperti sapaan Aleksei padanya, “Liong?”

Kumoro tersentak, ketika hampir menampakkan diri, lalu bergegas bersembunyi di sudut gang yang lain, sambil menguping pembicaraan yang sangat penting ini. Dadanya tertempel dengan sangat keras ketika menarik diri ke tembok batu.

“Do you come alone, Sei?” tanya Liong sambil menoleh ke belakang, melewati punggung Aleksei.

“Yes, sir Liong.” jawab Aleksei singkat.

“Are you sure?” tanya Liong lagi, merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

“I’m sure, sir, very sure …..”

“BOYS!!!!” teriak Liong, memerintahkan supaya anak buahnya keluar dari persembunyian. Jumlah mereka setidaknya ada lima belas orang.

“Sir Liong, we find someone here!” salah satu anak buah-nya menyahut dari kejauhan, sambil menyeret seseorang yang ketakutan keluar dari sebuah sudut gang yang gelap.

Liong tersenyum jahat, “You see! You’re not alone!”

“BRING HIM HERE!” Perintah Liong lagi kepada anak buah-nya dengan nada seperti ingin memangsa.

Terlihat bahwa yang di bawa ke depan, wajahnya telah babak belur. Aleksei terkejut ketika mengetahui bahwa itu adalah Kumoro.

“Do you know him?” Tanya Liong pada Alekei. “You should know about him.”

Liong menjambak rambut Kumoro dan mengangkat kepalanya ke atas, lalu memberinya pukulan telak di wajahnya.

ARGHHH!

“I’ll kill him, if you don’t answer me.” Ancam Liong.

Aleksei gemetaran, sepertinya bingung dalam mengambil keputusan.

“One ….” Liong menghitung mundur.

“Two …..” Lagi.

“Thre …..”

“Allright!!!! Allright!!!!” Aleksei berhasil ditekan, Ia menjawab, “He is Kumoro Wisnu, Indonesian Intelligence.”

Liong tersenyum sangat lebar, “Good ….. Good …..”

“Do you know, kid. I don’t like foreigners.” Kata Liong lagi, “So on My Boys. Kill him!”

“NO!!!!” bantah Aleksesi, “Let him go …..”

Mendengar bantahan Aleksei, raut wajah Liong berubah merah, Ia seperti marah besar, “How dare you …..” Liong maju selangkah, berdiri tegap, berusaha menindas Aleksei secara psikologis yang tubuhnya dua kali jauh lebih kecil. “How dare you …..”

Tiba-tiba saja terdengar sirene kendaraan dari polisi, datang mengepung mereka. Liong beserta anak buahnya panik, mereka berlarian ke sana kemari, kocar-kacir.

Dari balik layar, Ignatius hanya tersenyum dan sedikit tertawa, mendapati bahwa akhir dari mosiak cerita yang ia temukan akan seperti itu. Ia merasa puas dengan tulisannya, dan kembali bersemangat mencari potongan-potongan misteri yang belum ia temukan.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


Related Post : Sang PengkhayalBerantakanHujan, Misteri, Hutang Budi, Yang Ada Di Pikiranmu, Kabut, Ayah Yang Terlalu Sibuk, Tempo DoeloeParanoid

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

5 thoughts on “Gang Sempit

  1. hm,…….kaka makin asyik nih……

    Posted by yisha | January 11, 2013, 2:09 pm
  2. agak kurang paham gan Den…. jadi ceritanya tamat gitu ?

    Posted by kangyaannn | January 12, 2013, 10:51 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: