//
you're reading...
All, Stranger

Paranoid


Paranoid

Paranoid

Ibu Ignatius; yaitu Ibu Lidia adalah satu-satunya orang yang pernah memasuki kamar anak-nya, tidak ada orang lain yang pernah masuk. Apabila dinyalakan lampu yang terang, maka kamar tersebut akan seperti sebuah koran. Dari sudut kanan paling atas dipenghujung ruangan sampai pada sudut kiri paling bawah tertempel begitu banyak potongan-potongan kertas. Ini sangat tidak wajar, namun ketika ditanyai, Ignatius hanya menjawab bahwa ia sedang mencari informasi rahasia. Ibunya menganggap bahwa anak ini hanya sedang terobsesi dengan pikiran-nya, maka dengan tanpa curiga, Ibunya membiarkan kelakuan anak-nya yang aneh tersebut.

Hingga pada suatu malam yang ditiup angin kencang, suatu peristiwa yang mendebarkan terjadi di rumah. Dimulai dengan teriakan Ignatius dari dalam kamarnya, diikuti dengan suara berisik seseorang yang sedang menghempaskan barang. Sikap paranoid Ignatius memuncak, dan inilah akumulasi dari semua kegilaan yang pernah Ia lakukan, yaitu Ia dapat melihat bahwa seseorang sedang menjelma dihadapan-nya, dan bermaksud untuk memburunya.

“ARGHHH!!!!” Teriak Ignatius dari dalam kamar-nya.

Ayah Ignatius; Bapak Steven, terbangun dan segera beranjak dari tempat tidur. Ia menuju pintu kamar Igantius yang terkunci dan tidak dapat dibuka dari luar. Sementara itu ketegangan terjadi, Ignatius masih saja berteriak dari dalam ruangan kamar, teriakannya diikuti dengan suara penolakan, seperti sedang ketakutan, “Tidak!!!! Tidak!!!!”

Akhirnya dengan gagah dan sigap, Ayah Ignatius berhasil mendobrak pintu kamar Ignatius hingga terbuka. Ruangan tampak gelap. Dari samping pintu dapat ditemukan saklar lampu. Ibu Lidia yang membuntuti dari belakang segera menyalakan lampu kamar tersebut. Dan mengejutkan, Ignatius telah tergeletak di atas lantai porselen, berlumuran darah. Ia menyabit nadi-nya dengan silet yang tajam.

“ASTAGA!!!!” Bapak Steven panik, segera melepaskan bajunya, dan dengan buru-buru menahan aliran darah yang keluar dari nadi Ignatius. “PANGGIL AMBULANS CEPAT!!!!” Perintah-nya terhadap isteri-nya.

Ibu Lidia berlari ke ruang tamu dan segera mengambil gagang telepon, dan meminta supaya pihak rumah sakit mendatangkan bantuan secepatnya, karena situasi sedang genting.

“15 menit, bu. 15 menit, kami akan tiba di sana.” jawab petugas yang berada di seberang telepon.

15 menit. 15 menit pertaruhan nyawa Ignatius.

“Kami tidak bisa menunggu 15 menit lagi, kami harus cepat. Kami yang akan pergi sendiri!” Ibu Lidia tersadar bahwa mereka memiliki mobil, kenapa tidak menggunakannya?

Kembali ke dalam kamar Ignatius, Ibu Lidia segera meminta kepada sang suami untuk mengantar anaknya sendiri ke rumah sakit, tanpa memerlukan bantuan ambulans, karena akan sangat mengulur waktu.

“Baiklah.” jawab Bapak Steven, Ia segera mengangkat tubuh Ignatius sambil masih menahan pergelangan tangan anak-nya.

“Bertahanlah, nak.” Ibu Lidia mengelus rambut anak-nya.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


Related Post : Sang PengkhayalBerantakanHujanMisteriGang SempitHutang BudiYang Ada Di PikiranmuKabutAyah Yang Terlalu Sibuk, Tempo Doeloe

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

6 thoughts on “Paranoid

  1. makin serem aja si igna…..

    Posted by yisha | February 1, 2013, 2:05 pm
  2. Terlalu banyak baca teori konspirasi kah? Junkies? Atau skizofrenia?

    Posted by arip | February 1, 2013, 9:36 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: paranoia | the second chance - March 16, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: