//
you're reading...
All, Death Magnetic

Skema


Skema

Skema

Ruangan itu sangat bersih, berdinding putih, meneduhkan siapa saja yang meperhatikan-nya. Di dalam ruangan tersebut terdapat meja dan kursi. Seseorang sedang duduk dibalik meja dan diatas kursi tersebut, nama-nya adalah Adi, beliau adalah seorang Dokter. Pada saat ini Dokter Adi sedang memperhatikan sebuah skema yang dituliskan di atas kertas, di atas meja-nya. Ia memperhatikan, kemudian menganalisa. Oret-oretan skema tersebut adalah hasil karya seorang pasien-nya yang baru beberapa hari ini di bawah ke rumah sakit. Ia sempat geleng-geleng, karena menemukan sesuatu yang tidak beres dari skema tersebut.

Beberapa saat kemudian Dokter Adi mengangkat telepon-nya, lalu berbicara setengah memerintah kepada seseorang dari balik telepon, “Panggilkan Bapak Steven ke ruangan saya.” Sambil menarik nafas-nya dalam-dalam, Ia mengucapkan-nya, dan berusaha terdengar setenang mungkin, dan segera setelah itu Ia menutup telepon-nya.

Bapak Steven adalah Ayah dari Ignatius, seperti yang telah kita ketahui. Bapak Steven segera membawa anak-nya kerumah sakit, setelah sebelum-nya di dapati bahwa anak-nya melukai lengan-nya sendiri, hingga mengeluarkan darah yang sangat banyak. Hal ini sangat mengejutkan, sekaligus memukul sisi mental Bapak Steven beserta Ibu Lidia sebagai orang tua, yang merasa bahwa yang dilakukan anak-nya, diluar kontrol mereka.

Terdengar suara pintu ruangan yang diketuk dari luar. Dokter Adi segera menanggapi ketukan pintu tersebut, “Silahkan masuk.” kata Dokter Adi dengan suara yang berusaha dipelankan, tampak tidak gelisah sama sekali, sekalipun yang akan dikabarkan-nya sangat tidak baik, ketika mengira yang mengetuk pintu ruangan tersebut adalah Bapak Steven. Dan benar saja, itu adalah Bapak Steven.

“Oh ya, Bapak Steven, silahkan duduk.” Dokter Adi mempersilahkan tamu-nya untuk duduk. Sementara dari balik bahu Bapak Steven terlihat bahwa Ibu Lidia menyusul dari belakang. Dokter Adi melemparkan senyum hangat kepada kedua-nya, lalu menyusul mempersilahkan Ibu Lidia untuk duduk juga.

Suasan hening. Dokter Adi mempersiapkan kalimat-kalimat terbaik-nya untuk menjelaskan permasalahan yang menimpa anak dari Bapak Steven dan Ibu Lidia, yaitu Ignatius. Ini tidak normal, dan walau bagaimanapun, harus disampaikan bahwa yang terjadi tidaklah mencerminkan akhir dari segala-nya. Tapi bagian yang ini adalah bagian yang tersulit.

Dokter Adi menarik nafas-nya dalam-dalam, sementara Bapak Steven dan Ibu Lidia memperhatikan gerak-gerik dan tingkah beliau. Dokter Adi memulai-nya dengan suara yang lembut dan hangat, “Terimakasih, Bapak Steven dan Ibu Lidia untuk waktunya.”

Suasana tegang. “Perlu saya sampaikan bahwa keadaan anak Bapak dan Ibu, yaitu Ignatius, sangat tidak baik.” Dokter Adi meneruskan penjelasan-nya, “Bahwa anak Bapak dan Ibu terkena penyakit Skizofrenia.”

Bapak Steven terhentak, “Skizofrenia????” tanya-nya tidak percaya.

Ibu Lidia memperhatikan tingkah suami-nya, lalu kembali menatap kepada Bapak Steven, “Skizofrenia? Apa itu Skizofrenia? Apakah semacam demam tingkat akut?” tanya Ibu Lidia kebingungan, dan sepertinya Skizofrenia adalah nama penyakit yang sangat asing bagi diri-nya.

Dokter Adi menjawab, “Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi fungsi normal kognitif, emosional dan tingkah laku.”

“Ini tidak mungkin.” Bapak Steven menatap mata Dokter Adi dengan seksama, “Anak ini sangat normal, dia tidak mungkin gila, dia bahkan sanggup berprestasi di sekolah, dia adalah siswa terpintar di sekolah-nya.”

“Apakah Pak Dokter tidak salah mendiagnosa.” Ibu Lidia tak kalah serius, beliau kali ini menggenggam tangan Bapak Steven dengan sangat erat.

“Saya mendiagnosa dari skema yang dibuat-nya, ini.” Dokter Adi membalikkan arah kertas yang berisi skema yang terletak di atas meja, agar dapat dibaca oleh Bapak Steven dan Ibu Lidia dari arah yang berlawanan. “Skema seperti ini hanya dapat dibuat oleh seorang penderita Skizofrenia. Ini hanya salah satu-nya, mungkin ada banyak lagi yang tersembunyikan, saya harus memeriksa kamar anak ini, apabila Bapak dan Ibu mengijinkan.”

Bapak Steven dan Ibu Lidia saling menatap satu sama lain, kemudian saling bertanya, dimulai dari Bapak Steven, “Bagaimana, bu?”

Ibu Lidia menjawab, “Terserah bapak saja.”

Tampak berpikir sejenak, lalu kemudian Bapak Steven menyetujui, “Baiklah, Pak Dokter, anda kami ijinkan untuk memeriksa kamar anak kami.”

Dokter Adi tersenyum mendengar keputusan tersebut, “Terimakasih, Pak. Ini akan sangat membantu, tapi yang saya harapkan bahwa kamar Ignatius dibiarkan berantakan sebagaimana ada-nya.”

Merasa aneh, Ibu Lidia segera menanggapi, “Bagaimana Pak Dokter tahu bahwa kamar Ignatius sangat berantakan?”

“Sudah seharus-nya, penderita Skizofrenia memang kurang memperhatikan kerapian diri, tapi pada tingkat yang sangat ekstrem.” Setelah mendengar jawaban dari Dokter Adi; baik Bapak Steven maupun Ibu Lidia menjadi semakin yakin, bahwa benar Ignatius menderita Skizofrenia.

Ini adalah berita yang sangat buruk.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


Related Post : Magnet Kematian, Kemarahan, Membasuh dan Mengangkat, Kembali Pulang, Pecinan, Tidak Masuk AkalKehidupan Yang Lebih Baik, Dunia Yang Berbeda

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

4 thoughts on “Skema

  1. hm,……..ini santai……

    Posted by yisha | February 7, 2013, 8:40 am
  2. baru tahu kalo penderita Skizofrenia orangnya berantakan. Jadi inget film a beautiful mind.

    Posted by dani | February 7, 2013, 10:35 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: