//
you're reading...
All, Death Magnetic

Kembali Pulang


Kembali Pulang

Kembali Pulang

California.

Seperginya dari Indonesia, Gustave mempersiapkan kejahatannya. Ia pergi mencari seseorang yang dirasakan sangat bisa membantunya dalam menyelesaikan kemarahan di hatinya. Ia menyisir semenanjung pantai, menaiki mobil jeep yang dipinjamnya dari seorang teman beberapa saat yang lalu. Di samping tempat duduknya terdapat sebuah telepon genggam yang diletakkannya di atas kursi yang kosong. Sesekali tanjakan membuat jeep meloncat, dan beberapa saat setelah keluar dari jalur pantai, jeep tersebut dikemudikan memasuki jalanan aspal yang tebal. Sedikit meninggi dan akhirnya berbelok pada tikungan selanjutnya, Gustave memberhentikan jeepnya di depan sebuah rumah yang berpagar kayu. Rumah yang sangat tidak terawat dan sepertinya sudah sangat lama ditinggalkan oleh pemiliknya, terpasang sebuah papan nama yang dituliskan dengan pahatan kayu yang rapi. Papan nama tersebut terletak pada posisi yang miring, dan sedikit lagi hampir terjatuh ke atas rumput.

‘Aleksei’s House’ demikian tulisan yang terpahat di atas permukaan papan nama tersebut. Gustave hanya tersenyum. Sudah 10 tahun sejak terakhir kali Aleksei muda masih dapat dikunjungi di rumah tersebut, namun sepertinya kondisi seperti 10 tahun yang lalu tersebut sudah berubah. Aleksei tidak lagi dapat ditemukan di dalam rumahnya.

Memasuki pekarangan tersebut, suasana disekitar rumah masih sangat alami, udara yang dihirup terasa sangat segar. Dan karena selama bertahun-tahun menghirup udara kotor dan berdebu, maka keasrian lingkungan ini merupakan sebuah hadiah dari perjalanan yang sangat jauh ini. Gustave lagi-lagi hanya tersenyum.

Kembali ke dekat jeepnya, Gustave mengambil telepon genggam yang besar, lalu menekan-nekan sejumlah nomor untuk menghubungi teman yang meminjamkannya jeep, namanya tercantum di dalam kontak telepon adalah Brian Wilson. Brian Wilson adalah teman satu sekolah Gustave dulu, sewaktu masih sama-sama dalam lingkungan tempat tinggal disekitar Avalon Boulevard, Los Angeles. Selain Brian dan Gustave, Slincair juga ikut dalam kelompok tersebut. Ini adalah kisah lama antara mereka, sementara Aleksei adalah kisah dari Gustave sendiri. Mereka masing-masing terkait dalam hubungan saling mengenal yang telah ditinggalkan.

Terdengar suara serak dari balik telepon, “Halo, who’s it?”

“Hei, Brian. How long you want to stay on your bed.” jawab Gustave berusaha menyindir temannya tersebut.

“Gustave? How the trip? Did you find him?” Brian sepertinya tidak menghiraukan sindiran Gustave, Ia melanjutkan, “I told you not to call me again, not today. I’m going to sleep.”

“Hei, it’s morning already, don’t you try to wake up? I didn’t find Aleksei here. He might be long gone.”

‘Allright, so what do you want to do now?” tanya Brian lagi, kali ini seperti sedang membenamkan kepalanya ke atas bantal, menimbulkan suara seperti terbungkam.

“I’m going to find someone else but before that i want to have some trip to my childhood place.” Gustave sepertinya tidak ingin memberikan jawaban rinci terlebih dahulu, “so i borrow your jeep till tomorrow, don’t you mind, bro?”

Brian seperti berbisik namun tiba-tiba suaranya meninggi, “just use my jeep, but don’t forget to fill the fuel and wash it before you return it to me. i’m going to sleep, and don’t disturb. ok? Good night!”

KLIK!

Telepon tersebut akhirnya ditutup. Gustave masih terdiam di posisi berdirinya, lalu kemudian berusaha mengingat kembali hal-hal yang paling mungkin ditempati Aleksei saat ini, dan hanya beberapa detik saat Gustave menyadari bahwa mungkin Aleksei ada di sebuah tempat yang dahulu sering dikunjungi oleh mereka setiap akhir pekan. Tempat tersebut adalah kenangan lain antara Dia dan Aleksei seorang. Maka tanpa membuat waktu, Gustave kembali masuk ke dalam jeepnya, menancapkan gas, berbelok serta meninggalkan halaman rumah tersebut.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


Related Post : Magnet KematianSkemaKemarahan, Membasuh dan Mengangkat, Pecinan, Tidak Masuk AkalKehidupan Yang Lebih Baik, Dunia Yang Berbeda

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

6 thoughts on “Kembali Pulang

  1. kaka, kenapa ttg sammy lagi? igna mana?

    Posted by yisha | February 19, 2013, 8:32 am
    • sebenarnya satu intinya, bahwa kisah sammy cakupannya sangat luas, di sini kita menyimak masa-masa dimana Sammy belum lahir, Slincair adalah Ayah Biologis dari Sammy. Pengembangan cerita ini sebenarnya menggunakan Ignatius sebagai bumbunya, dimana seolah-olah bahwa cerita ini hanyalah khayalan seseorang yang sakit jiwa. memang mungkin sedikit membingungkan karena saya pun suka banyak bereksperimen, kalau monoton pada satu konsep rasanya akan cepat menjemukan. begitu. 😀

      Posted by Denny Leo | February 19, 2013, 10:30 am
  2. Baca ini sambil dengerin “Take Me Home, Country Roads”-nya John Denver… Adem 🙂

    Posted by Raf | February 19, 2013, 4:40 pm
  3. catatan yang super keren. bersyukur saya bisa berkunjung. sukse selalu ya boss

    Posted by pulau tidung | February 20, 2013, 5:03 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: