//
you're reading...
All, Death Magnetic

Dunia Yang Berbeda


Dunia Yang Berbeda

Dunia Yang Berbeda

Cerita itu sekilas seperti dongeng anak-anak, tentang bagaimana kehidupan kita sebagai manusia dikritik. Tentang bagaimana kita berdiri di atas kebenaran, dan kita tertunduk malu dan menyadari bahwa yang pernah kita lakukan tidaklah sebaik harapan yang kita katakan. Itu adalah pesan, bahwa kita sebagai seorang manusia tidak pernah lepas dari kesalahan, dan berbagai dosa yang pernah kita lakukan kini tidak dapat lagi dibanggakan.

Untuk kesekian kalinya Dokter Adi menutup lembaran dari buku yang ditulis oleh Ignatius, dan lagi-lagi berharap bahwa Ia dapat kembali melanjutkan membaca kisah yang menarik tersebut, namun ini bukanlah pekerjaannya membaca sebuah cerita. Ia harus segera mengambil tindakan terhadap Ignatius, dan dengan diperkuatnya berbagai kejanggalan dalam pola pikir, maka Ignatius dapat secara positif dapat dikategorikan sebagai penderita skizofrenia. Tapi apakah vonis tidak terlalu cepat? Tidak, semua bukti sudah ada. Ini bukan lagi sebuah dugaan tanpa dasar yang jelas.

Sambil meninggalkan ruang kerjanya, Dokter Adi mematikan sejumlah lampu di kamar tengah, dan berbegas menuju ke kamar tidur. Sudah larut malam, dan keheningan yang dirasakan terlalu mencekam. Bagaimana tidak, rumah tersebut sengaja dipilih untuk tetap jauh dari kebisingan kota. Beberapa deret pepohonan mengitari rumah tersebut di atas halaman yang luas dan gelap. Angin menghembus kencang, menggerakkan ranting pepohonan, menimbulkan bunyi yang alami.

Sesaat setelah berada di atas tempat tidur, Dokter Adi akhirnya terlelap dan di dalam mimpinya, Ia seperti di bawa ketempat paling asing di dunia. Dunia tempat di mana Ignatius merasakan sebuah ketakutan dan kengerian, karena hal-hal yang dilihat dan dirasakannya. Namun hal yang berbeda ketika Ia melihat sebuah padang rumput yang luas. Ia melihat sebuah rumah yang megah dan mewah, sebuah rumah yang bertuliskan papan besar di pagar-pagarnya, yaitu ‘Aston Family.’

Ya, itu adalah kediaman keluarga Aston yang pernah ditulis oleh Ignatius, dan sepertinya pikiran Ignatius telah banyak mempengaruhi kerja otak Dokter Adi. Sebab terkadang hal-hal yang pernah kita kenali lewat tulisan atau tutur kata dapat membentuk sebuah gambaran di kepala yang menjadi ingatan kita. Dalam beberapa keadaan akhirnya kita akan memimpikannya.

Dokter Adi melangkah sedikit jauh, berusaha memberikan kesadaran terhadap diri bahwa ini hanya mimpi. Tapi itu tidak mungkin terjadi, bahkan jika kita sadar itu adalah mimpi, kita tidak akan pernah bermimpi lagi. Semua ter-program dengan tergesa-gesa dan membuat kita ketakutan, berpacu dengan waktu bahwa ketika kita terbangun semua ingatan akan mimpi itu akan segera hilang. Dan benar itu dapat dirasakan, bahwa ketika Dokter Adi terbangun dari tidurnya, Ia segera menyadari bahwa seseorang telah menodong kepalanya dengan senjata.

“Jangan bergerak …..” perintah seseorang dari samping tempat tidurnya, dengan nada yang tenang.

Dokter Adi terheran-heran, dan mata-nya melirik ke kanan dan ke kiri. Ia masih berada di dalam kamarnya. Tapi sekarang Ia tidak sendiri, seseorang telah menemaninya beberapa saat yang lalu saat Ia sedang tertidur.

“Siapa kau …..” tanya Dokter Adi sedikit gugup, ketika telah benar-benar merasakan bahwa pucuk senapan menempel di tepi dahinya, di atas telinga.

“Aku adalah Slincair …..”

Suasana hening, Angin berhembus masuk melalui jendela yang terbuka. Sejak kapan jendela itu dibuka. Dokter Adi yang gugup kini berubah jadi lemas dan pucat, Ia kini benar-benar ketakutan. Kini Ia mungkin sudah benar-benar berada di gerbang masuk dunia yang berbeda. Dunia yang selama ini dianggapnya hanya khayalan seorang anak remaja.

“Tidak …. Tidak …. Kau adalah khayalan ….” Sambil menendang-nendangkan kaki di atas tempat tidur.

“Apakah aku seperti khayalan, Dokter?” Slincair kini melepaskan todongan senjatanya, dan melebarkan kedua belah tangannya, seolah berkata dalam bahasa tubuh bahwa ‘aku ini nyata’.

Ya, Slincair memang sangat nyata, bahkan tidak dipungkiri bahwa nafasnya dapat dirasakan. Keberadaannya tidak seperti sebuah bayangan.

“Aku akan memberitahumu beberapa hal, Dok.” Slincair berjalan ke tengah ruangan, berdiri dihadapan tempat tidur Dokter Adi dan memandang keluar jendela kamar yang terbuka, “Ignatius tidak gila, Ia hanya sebuah kecelakaan yang kami lakukan. Tapi itu perlu penjelasan, dan kami harap anda bisa mengerti sedikit hal, untuk sementara ini.”

Slincair melempar sebuah buku tua ke atas tubuh Dokter Adi yang masih terbaring tak berdaya di atas tempat tidur, dan sambil sedikit mengangkat kepalanya untuk menyambut lemparan itu. Memanfaatkan kelengahan pada penglihatan dari Dokter Adi dalam pergerakan yang cepat, Slincair bergegas berlari keluar meninggalkan ruangan, melalui jendela yang terbuka dan akhirnya menghilang dalam gelap.

Dan sebuah kebingungan terjadi, Dokter Adi tidak dapat tidur lagi setelah mengalami kejadian itu. Apakah Ia juga telah berhalusinasi? Buku yang diberikan oleh seorang Slincair, yang kini digenggam di tangan kanannya mungkin dapat menjawabnya.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


Related Post : Magnet KematianSkemaKemarahanMembasuh dan MengangkatKembali PulangPecinanTidak Masuk Akal, Kehidupan Yang Lebih Baik

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

4 thoughts on “Dunia Yang Berbeda

  1. wah, gawaaaaaaaaaaaat………

    Posted by yisha | March 7, 2013, 8:54 am
  2. Makin manteb blog nya ne OM 😀

    Posted by Newbie Tora | March 8, 2013, 10:20 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: