//
you're reading...
All, Time Machine

Masa-Masa Tua


Masa-Masa Tua

Masa-Masa Tua

Arthur. Begitu ia sering disapa. Ia adalah seorang pria berusia senja, menginjak usianya yang ke-75 tahun. Lemah dan tak berdaya, membutuhkan pertolongan. Sekalipun demikian, Ia selalu terbaring dengan perasaan damai, karena Ia tahu, Ia sudah memenuhi janjinya kepada seseorang. Dan menjelang kematiannya, Ia berharap dapat segera pergi meninggalkan kehidupan yang telah banyak menempa kegigihannya. Otot-otot tubuh yang dahulu kencang dan bertenaga, kini layu dan lemah. Ia mungkin menyadarinya, terlebih karena jalan kehidupan itu diisi dengan hal-hal yang dia inginkan, maka semua itu akan disambutnya dengan sukacita.

Jauh sebelum Slincair lahir, keluarga Aston memiliki orang kepercayaan yang diangkat dari seorang pekerja buruh pabrik di Birmingham. Mr. Aston memulai bisnisnya bersama dengan sejumlah orang kepercayaan, namun lambat laun, setelah bisnis itu berkembang, maka mulai bermunculan serigala-serigala yang dahulu menyamar sebagai domba. Kenyataan yang terjadi adalah banyak sekali kecemburuan yang akan terjadi atas keberhasilan seseorang, dan pada akhirnya itu yang dapat membantu kita membedakan mana kawan, mana lawan.

Salah satu rekan kerja yang paling loyal tersebut adalah Arthur. Dan sampai sekarang ia masih setia. Ia masih setia memenuhi janjinya kepada tuannya yang dahulu di ikrarkan dihadapan tiga pasang mata, yaitu Mr. Aston, Alam Semesta, dan dirinya sendiri. Janji tersebut adalah untuk setia menjaga sang anak emas, Slincair kemana pun ia pergi. Mr. Aston sangat menyadari bahwa usianya tidak lagi panjang dan dia tahu persis bahwa anaknya yang baling bungsu itulah yang akan mewarisi seluruh kekayaannya hingga memasuki era modern, saat dimana ia sudah tidak dapat membayangkan-nya. Kekayaan itu tidak berupa uang dan harta, tapi sifat alami untuk sanggup bertahan hidup apapun kondisinya.

Kita berbicara kenyamanan hidup. Mr. Aston sekalipun mewarisi langsung kekayaan sang kakek, tapi kehidupan masa mudanya tidaklah se-nyaman kehidupan di masa tuanya. Ia harus berjuang dan berusaha keras, akan tetapi sepertinya terdapat sebuah kesalahan pada dirinya dalam mendidik keturunannya, dimana hampir semua keturunannya belum pernah merasakan bagaimana susahnya hidup itu. Mereka berlindung dibalik tembok surga dunia yang indah dan mungkin tidak pernah membayangkan bagaimana kehidupan yang sangat liar diluar tembok tersebut.

Maka pada suatu senja, saat dimana seluruh tubuhnya beristirahat, maka Mr. Aston memikirkan bagaimana seorang penerus itu haruslah memiliki sifat-sifat dasar untuk selalu hidup diluar tempat nyaman. Ia kemudian memutuskan untuk mendidik anaknya yang paling bungsu dengan cara yang berbeda, yaitu tidak memberikannya kenyamanan sama sekali. Dimulai dari sekolah, dimana ia harus berangkat sendiri tanpa diantar. Dan jika memasuki hari libur, maka ia mengajak anaknya yang paling bungsu untuk keliling pabrik dan memberikan pesan-pesan hebat kepada anaknya. Ia selalu mengatakan bahwa sang anak telah menjalani kehidupan selayaknya sang Ayah, penuh beban berat, manusia sejati yang memiliki tulang punggung.

Akan tetapi sekalipun demikian, Ia tidak lupa untuk menjadikan kewajibannya sebagai orang tua untuk melindungi anaknya sebagai hal yang utama. Seorang pengasuh sah yang akan menggantikan posisi Mr. Aston sebagai orang tua adalah Arthur itu sendiri. Tugas Arthur jauh lebih penting, karena harus mengasuh Slincair ditengah kekurangan dan kemiskinan, serta membawanya pergi menjauh dari tanah Inggris. Tempat yang dahulu bagaikan surga itu kini tidak lagi aman. Tembok-tembok itu kini datang mengimpit  karena tembok yang sesungguhnya tidak berada diluar rumah, tapi di dalam rumah itu sendiri. Beberapa orang yang mengkhianati Mr. Aston, mencoba mengkudeta kekayaannya dan kemudian menghancurkan garis keturunannya sampai pada yang terakhir.

Dan apakah itu terjadi? Ya, itu terjadi. Pada era 70-an akhir, kekayaan keluarga Aston dinyatakan menghilang, dan sejumlah pabrik yang dijalankan dinyatakan bangkrut. Beredar berita bahwa Mr. Aston beserta keluarganya dinyatakan mati secara misterius, beberapa diduga karena stress.

Satu yang berhasil lolos, yaitu Slincair.

Arthur tetap menjaga komitmen itu hingga pada hari ini, dan merasa puas bahwa janjinya telah terpenuhi, bahwa ia kini melihat Slincair dewasa yang juga sudah mulai menua. Akan tetapi, semua yang terjadi tidaklah selalu sempurna. Sempat kehilangan jejak Slincair antara 1980 sampai 1985, dan akhirnya bertemu kembali pada tahun 1985 berkat laporan seorang mantan intelejen Inggris yang tanpa sengaja menjumpainya di Indonesia.

Di kota Birmingham, Inggris, kampung halaman Slincair, Arthur telah menunggunya sekian lama dan berharap dapat membangun kembali dinasti kekayaan keluarga Aston bersama-sama dengan sang anak emas. Seperti dulu, seperti sediakala, saat pertama kali Arthur menjadi rekan kerja Mr. Aston.

Selama hampir 25 tahun hingga kini sejak 1988, Slincair berhasil membangun bisnis baru di kota Birmingham bersama dengan Arthur. Bisnis itu sangat besar, dan sanggup memberikan kebebasan finansial terhadap mereka. Hidup yang indah, namun tidak seindah cara untuk menggapainya, semua harus terbayar dengan keringat, air mata, dan darah.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-

-This post also published on anotherday.tk


Related Post : Flashback, 50 Tahun, Pertemuan Rahasia, Kebenaran, Jaman

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

6 thoughts on “Masa-Masa Tua

  1. berasa ending……….
    masih panjang, ka?

    Posted by yisha | March 15, 2013, 9:23 am
  2. aku tetep maish belum mudeng

    Posted by Dunia Ely | March 15, 2013, 11:09 am
  3. menarik! Based on true story atau fiksi?

    Posted by mylittlecanvas | March 15, 2013, 3:01 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: