//
you're reading...
All, Another World

Perbatasan


Perbatasan

Perbatasan

Membentang jauh di depan, sebuah tempat paling asing di dunia yang tidak dikenal, dan bukan karena seorang makhluk asing yang berada di dalamnya. Waktu tidak dibungkus oleh sebuah gambar yang diambil bertahun-tahun silam, dan kini dituntut agar tidak pernah berubah. Belum, belum mencapai pengertian tertinggi dari hal yang paling mendasar dari waktu, waktu yang digambarkan dalam sebuah tulisan lama dan ditinggalkan jaman.

Sore itu, Latief berdiri menghadap dermaga yang membentang luas di tepian muara sungai menuju laut lepas, dan berakhir pada samudra yang luas. Matahari sudah terbenam di sebelah barat, menyisakan penerangan dari berbagai macam usaha manusia yaitu lampu pijar. Suasana sunyi, dan perlahan suara kicauan burung turut pergi, hari berlelah-lelah diganti dengan hari yang pada waktunya sebagian isi bumi ikut terlelap. Malam tiba, dan mendekat pada pukul 6 sore, Latief masih memandangi aliran sungai yang mulai samar-samar terlihat. Apa yang ada di dasar sungai tersebut? Mungkin sesuatu yang lebih asing dari dunia yang telah jauh-jauh hari berusaha dipahaminya.

Terdengar suara langkah kaki mendekat, dari belakang, dan Latief mengetahui secara pasti, bahwa itu adalah SamSal, namun ia belum mau membalikkan badan dan menyambut sahabatnya itu dengan sikap antusias. Ketika semakin mendekat, yang terjadi adalah sebuah ketakutan yang luar biasa.

“Lihatlah, kau gemetar …..” kata SamSal santai dan masih mendekatkan dirinya pada Latief, “Apakah responmu masih sama terhadapku?”

Latief hendak membalikkan badan dan segera menjawab pertanyaan itu, namun diurungkan SamSal sendiri, “Tunggu.” katanya.

“Lakukanlah dengan benar, Tief.” Lagi SamSal memberikan perintah, “Berbaliklah dengan benar, karena bisa jadi aku akan menghabisimu sekarang juga.”

Seperti geram, Latief terlibat emosi dengan perkataan SamSal beberapa saat yang lalu, “Apa yang kau pikirkan, Sam? Apakah aku curiga seorang sahabat akan melukaiku?”

“Aku bukan sahabatmu lagi.” jelas SamSal masih dengan ucapan yang datar, “Sammy dan Salvatore telah mati, kau ingat? Bahkan seorang Ernie, Ernie dapat memahami bahwa kekasihnya Salvatore telah mati.”

Latief menyeringai dan menyatakan sesuatu yang telah dipendamnya sekian waktu, “Kau tidak mengakui diri sebagai Sammy, namun kau ingin dipanggil Sammy? Jadi apakah kau pantas memakai nama Sammy?”

Tak kalah garang, SamSal membalas celaan itu dengan gaya bahasa yang tenang, “Namaku Sammy Salvatore, dan siapa yang memberi namaku itu? Aku tidak pernah meminta diberi nama itu.”

Percakapan mulai melebar ke ranah emosi, SamSal menyadari bahwa Ia tidak boleh terlibat dalam percakapan ini, “Baiklah, Tief. Apa yang kau ingin tahu dariku?” tanya SamSal lagi.

Berpikir sejenak, Latief menjawabnya dengan suara gemetar, “Kenapa kau berubah, Sam?”

Dengan cepat jawaban itu ditangkap oleh SamSal, “Aku tidak pernah berubah, Tief. Apakah kau tidak lihat? Aku tidak pernah berubah, hanya sadar bahwa aku telah memiliki kehidupanku sendiri. Dan kau tidak percaya?”

Apa yang dapat dijelaskan dari perasaan Latief adalah perasaan tidak terima, namun SamSal segera menanggapi perubahan perasaan itu, Ia menjawab, “Kau ingin melihat apa yang terjadi? Aku akan ajak kau berkeliling, malam ini juga. Mari.”

Lengan Latief ditarik oleh SamSal dan pada detik berikutnya mereka saling tatap menatap, momen ini terjadi begitu cepat, dan Latief hanya pasrah ditarik pergi oleh SamSal, “Kau akan lihat. Kau akan mengerti.” SamSal seperti memantrai pikiran Latief, namun sebelum itu mereka akan melakukan perjalanan di duna dimensi yang berbeda, yaitu khayalan dan kenyataan.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-


Related Post : Terjebak Di Masa Lalu, Sammy, Salvatore dan SamSal, Gudang Karet, Cinta Bersyarat, Berlalu Begitu Cepat, Jilatan Api, Penjara

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

6 thoughts on “Perbatasan

  1. ini makin keren…….

    Posted by yisha | April 5, 2013, 8:10 am
  2. berpikir 😛

    btw, tahu nggak jwb an pertanyaan di bawah ini ya ? 😛
    http://duniaely.com/2013/04/05/apa-sih-nama-perasaan-itu/

    Posted by duniaely | April 5, 2013, 2:39 pm
  3. masih menggantung karena kepergiannya ke khayalan itu hehe, ada sambungannya?

    Posted by Larasati | April 5, 2013, 3:11 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: