//
you're reading...
All, Another World

Gudang Karet

Gudang Karet

Gudang Karet

Gerimis. Malam itu gerimis. Latief memeluk tubuhnya yang kedinginan sambil berjalan memasuki sebuah halaman gudang yang luas. Dari kejauhan tercium bau karet yang sangat menyengat bercampur air hujan. Aspal berbedu menguap, dan tapak kedua kaki itu dapat merasakan kenangan yang sangat kuat. Sebuah gudang karet yang menjadi awal mula, Salvatore pernah menemukan dirinya terbangun di dalam gudang tersebut dan menghembuskan nafas kesadarannya untuk yang pertama kalinya. Tampak seberkas bayangan, sebuah peristiwa di masa lalu, 7 tahun yang lalu.

“Kau ingat tempat ini, tief?” tanya SamSal dengan ketenangan yang menghanyutkan, “Aku ingat, tapi semua itu hanyalah sebuah ingatan.”

Latief mengangguk, lalu berusaha menjelaskan apa yang diketahuinya mengenai tempat ini, “Salvatore pernah diletakkan di dalam gudang tersebut.” sambil menunjuk ke arah bangunan tua di bagian paling belakang, tertutup bangunan lainnya, “Dan aku berdiri dari luar pagar, mengawasi.” Latief berbalik dan melihat ke arah sebuah trotoar yang dilalui oleh banyak orang, “Disitu.”

“Kau masih ingat …..” Dengan perasaan yang teramat mendalam SamSal berusaha membuatkan sebuah pengertian, “Aku pun masih ingat, tapi perasaanku tidak menyatu dalam ingatan itu.”

Dari tempat di mana Latief berdiri, SamSal berjalan mendekati gudang karet tersebut, “Aku berjalan di sekitar sini, tepat di sini. Aku mengingat semuanya, tapi aku tidak dapat merasakan dengan sungguh-sungguh keberadaanku di tempat ini.”

Kebingungan. Latief bermaksud menanyakan apa yang dimaksud oleh SamSal, “Apa maksudmu, Sam? Berbicaralah dalam bahasa yang sederhana.”

Langkah kaki SamSal dihentikan dan pada detik berikutnya, Ia menoleh sedikit ke belakang, menoleh ke arah Latief, “Masalahnya tidak sesederhana itu. Aku sudah berusaha menjelaskannya padamu, aku bukan lagi Sammy maupun Salvatore.”

Itu mungkin adalah sebuah penolakan, namun penolakan harus selalu disertai alasan yang sangat kuat. Belum puas dengan jawaban SamSal, Latief bergegas ke arah luar pagar dan mengatakan sesuatu dari luar sana, “Kau lihat, aku di sini. Aku di sini tepat mengawasimu pada peristiwa bangkitnya Salvatore 7 tahun yang lalu!”

Karena geram dan kesal, SamSal segera mengatakan sesuatu yang kemudian akan membuat sebagian akal sehat Latief mati, “Kamu belum juga mengerti. Aku bukan Salvatore, Tief. Aku tahu pasti kamu mengawasiku dari luar pagar tersebut, tapi itu adalah ingatan Sammy. Andai aku adalah Salvatore mustahil aku tahu kamu mengawasiku dari luar pagar, kecuali aku juga adalah Sammy yang berada tidak jauh dari tempat di mana kamu berdiri, ikut mengawasi Salvatore. Ini adalah kegilaan, Tief. Aku harap aku tidak pernah menjadi segila ini, punya dua ingatan, tapi tak satupun dari ingatan itu adalah milikku.”

Benar sekali. Bagaimana rasanya apabila diri kita berada pada posisi tersebut. Kehidupan manusia yang seharusnya tunggal tidak mungkin diletakkan dalam dua kehidupan yang berbeda, apabila dua ingatan itu bertemu maka akan terjadi suatu benturan yang sangat keras.

Setelah mengucapkan itu, SamSal melangkah perlahan, mendekati Latief, “Jika kau belum puas dan mengerti, akan aku bawa ke tempat yang mungkin akan membuatmu benar-benar meneteskan air mata. Mari!”

Seperti pada awalnya, Latief hanya mengikuti ajakan SamSal tanpa banyak protes, mungkin karena shock dan baru menyadari bahwa ucapan sahabatnya tidak dapat lagi dibantah.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-


Related Post : Terjebak Di Masa LaluSammy, Salvatore dan SamSal, Perbatasan, Cinta Bersyarat, Berlalu Begitu Cepat, Jilatan Api, Penjara

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

8 thoughts on “Gudang Karet

  1. ini bagian pedih ya?
    hm, ini yang pertama ada bagian pedih….. 🙄

    Posted by yisha | April 8, 2013, 8:46 am
  2. lnjuuttttt ^^

    Posted by Solochanger | April 8, 2013, 2:39 pm
  3. ikut menyimak … 😀

    Posted by Wong Cilik | April 9, 2013, 4:14 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: