//
you're reading...
All, Another World

Cinta Bersyarat


Cinta Bersyarat

Cinta Bersyarat

Setiap manusia pernah merasakan jatuh cinta, bahkan mungkin segala muara dari perjalanan kehidupan berakhir dalam mencintai seseorang. Cinta adalah sebuah kombinasi angka, dan tidak dapat diterjemahkan hanya dengan seorang ahli sandi sekalipun. Cinta adalah hal terumit dan sulit untuk dipahami dan selalu ia berhasil membuat kita meneteskan air mata. Tapi tidak semua dapat dengan jujur menanggapi cinta, ada sejumlah orang di dunia yang mungkin menjual jati dirinya hanya untuk mendapatkan cinta. Tempat bagi orang-orang tersebut adalah pemujaan.

Bukan rahasia bahwa Latief pernah mencintai seseorang, sekalipun itu diluar kewajibannya dan hak yang semestinya tidak dapat ia akui. Sebuah keterikatan tak tertulis mengharuskannya selalu menjauhi kehidupan asmara dan memastikan bahwa tidak hubungan yang terlalu khusus antara dia dan warga sipil. Tentu setiap dari kita bertanya kenapa ada orang sebodoh itu? Tak ada yang dapat menjelaskan mungkin kenapa seorang pemuda tanggung tersebut mempersulit dirinya dengan aturan-aturan tak tertulis yang kapan saja dapat dia langgar tanpa ada yang dapat menyeretnya dalam hukuman. Tapi dua dunia tersebut berbeda di satu sisi, di dunia Latief berada hampir tidak ada aturan. Menghadapi kematian seperti kecelakaan kecil yang sama sekali tidak bisa ditolerir. Seandainya hari esok masih dapat bernafas, menandakan bahwa maut belum hinggap di halaman depan rumahnya.

Apa yang kita dapat yakinkan untuk sebuah komitmen? Sebuah kesetiaan, sebuah kepastian? Banyak dari manusia-manusia muda melupakan esensi dari sebuah hubungan, dan benar saja, semua itu hanya seperti cinta monyet. Begitu waktu memanggil, semua tuntutan yang nyata atas kehidupan akan memisahkan banyak sekali pasangan. Latief tidak pernah sanggup menghadapinya. Tidak, bahkan ia tidak berani menyatakan komitmen tersebut karena terlalu berbahaya. Bagaimana seorang yang bertaruh atas kehidupannya dapat menjaga kehidupan seseorang? Pertanyaan bagus, anak muda itu menyadarinya, maka cinta itu dikuburnya dalam-dalam.

Tiba waktunya di masa depan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di masa muda akan menemukan jawabannya sendiri. SamSal menggiring Latief ke halaman depan rumah kekasih hatinya yang lama itu. Nama yang belum disebutkan diawal dinyatakan secara jelas oleh SamSal, “Kau ingat Evelyn?”

Evelyn adalah seorang gadis dewasa berusia sekitar 24 tahun, lebih tua satu tahun dari SamSal dan seumuran dengan Latief. Evelyn seperti yang diceritakan di atas adalah masa lalu Latief, Ia mengenal Evelyn saat bertugas di sebuah perusahaan besar, menyamar sebagai seorang karyawan kurang penting karena sedang memata-matai seorang yang penting, posisi tersebut adalah seorang OB. Menurut kabar yang beredar sejak Latief berhenti menjadi OB dan menyelesaikan tugasnya di perusahaan tersebut, Evelyn sudah menyiapkan masa depannya jauh melebihi harapan Latief. Dan terjadilah, masa depan itu saat ini telah terpampang di hadapan Latief.

“Evelyn gadis manis itu ….” SamSal berjalan melewati Latief lalu menekan bel di depan pintu yang berfungsi untuk memanggil tuan rumah, seketika juga Latief seperti kehilangan akal, namun SamSal segera menanggapi, “Jangan khawatir, tanyakanlah padanya apakah dia masih mengenalimu? Ini adalah tes.”

Latief masih berdiri di tempat tersebut, sementara SamSal segera menghilang, berjalan dalam gelap. Tinggallah sekarang Latief sendiri menunggu sebuah jawaban dari balik pintu tersebut. Terdengar langkah-langkah kecil dari dalam rumah dan dengan cepat sebuah pergerakan dari pintu yang dibuka membuyarkan lamunannya. Latief seperti ketakutan dan berharap bahwa tubuhnya juga ikut menghilang dalam gelap.

Ketika pintu tersebut benar-benar dibuka muncul di sana sesosok lain yang tidak ia kenali, seorang pria berbadan gemuk dan besar. Ia memandangi Latief dari balik pintu dengan terheran-heran serta menanyaninya dengan ramah, “Ada yang bisa saya bantu, Pak? Cari siapa ya?”

Terdiam, itu adalah aksi Latief dalam beberapa saat yang krusial. Ia seharusnya berbicara namun Ia masih saja diam. Tiba-tiba terdengar dari dalam rumah suara yang sangat lembut, yang Latief kenali, berbunyi, “Siapa diluar, sayang?” Pria tersebut menoleh ke dalam dan belum menanggapi pertanyaan istrinya karena merasa tidak enak dengan tamu yang tidak dikenalinya ini. Namun waktu seketika itu berhenti, sesosok gadis menyeruak dari balik punggung pria tersebut dan menoleh ke luar. Wajah itu, wajah yang dikenali betul oleh Latief. Wajah yang selama bertahun-tahun mungkin sangat dia rindukan. Wajah yang pernah dia harapkan dapat menghiasi lembaran kisah romatika hidupnya.

“Siapa ini, sayang?” tanya Evelyn memandangi Latief dari balik punggung suaminya. Wajah yang dipandangi dengan sekilas itu tidak juga membuat Evelyn ingat.

Lagi dan lagi, Latief hanya terdiam sampai pada waktunya sang suami mengambil keputusan. “Entahlah, sayang.” jawab sang suami kepada istrinya, Evelyn. Sementara itu langsung memberi perintah pada Latief, “Pak, kalau tidak ada kepentingan mohon pergi dari sini, pintu ini akan saya tutup. Terimakasih.”

Brak!!!!!!

Pintu ditutup. Kemanakah sang waktu saat ini? Ia mungkin terperangkap dalam jiwa-jiwa yang patah hati.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-


Related Post : Terjebak Di Masa LaluSammy, Salvatore dan SamSalPerbatasan, Gudang Karet, Berlalu Begitu Cepat, Jilatan Api, Penjara

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

2 thoughts on “Cinta Bersyarat

  1. makin pedih……

    Posted by yisha | April 11, 2013, 8:22 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: