//
you're reading...
All, Another World

Jilatan Api


Jilatan Api

Jilatan Api

Latief pulang, mengemaskan hatinya yang tidak pernah siap. Ia dipaksa pergi oleh dunia yang dengan tidak ramah telah mengusirnya. Ia meninggalkan dunia lama yang membuatnya kesepian, menuju dunia baru yang akan membuatnya berubah. Hal itu disadari oleh SamSal, hari-hari berikutnya yang akan dilalui Latief adalah hari-hari paling berbahaya dalam hidupnya, Ia dapat berubah menjadi orang baik atau jahat. Tidak direncanakan sebelumnya, bahwa Latief berkehendak agar sahabatnya itu dapat kembali, justru kali ini, Ia yang dikendalikan oleh SamSal dan dirubah secara utuh. Otaknya telah dicuci dan dengan drastis membelokkan kemudi kapalnya ke arah yang berbeda.

Manusia dapat bermetamorfosis, dari ulat kecil menjadi kupu-kupu. Ulat kecil yang masih lugu dalam memandang hidup, menjadi kupu-kupu remaja yang terkesima melihat keindahan taman bunga, taman yang disediakan alam dengan cuma-cuma. Pada tahap ini, seekor kupu-kupu pun memiliki nasib yang berbeda-beda. Latief telah menjadi kupu-kupu, dan yang ada di pikirannya saat ini adalah kebaikan-kebaikan dari kehidupan yang telah lama dilupakannya selama berada di dalam kepompong. Teringat pada masa kecil menjadi ulat bulu. Menyeret tubuh mencari makan, tapi tidak merasakan sedikitpun kesulitan.

Sepulangnya ke rumah, segera Latief membereskan berkas-berkas yang ada di meja. Ia menyusunnya lebih rapi dari hari kemarin dan mulai mengemaskannya ke dalam banyak sekali kotak-kotak. Sampai seluruh meja bersih, Ia menutup kotak-kotak tersebut dan membawanya ke halaman belakang rumah. Halaman yang cukup luas. Dari dalam gelap muncullah seberkas cahaya dari tangan Latief, cahaya dibuat dari sebuah pemantik gas, mengeluarkan api. Tercium bau minyak tanah, Latief telah menyiramkannya beberapa saat yang lalu.

Suasan sunyi, hanya terdengar bunyi jangkrik malam yang hinggap di rerumputan halaman. Sudah lama halaman rumput ini tidak terurus, namun dengan sedikit usaha, Latief bisa membersihkan petak kecil lahan untuk melaksanakan pembakaran berkasnya. Hal ini dilakukannya dengan perasaan marah bercampur hampa, dan bayang-bayang masa lalu terus menghantui keputusannya. Apakah perlu segala sesuatu dilakukan secara dramatis? Atau apakah saat ini sesungguhnya Latief sedang terhipnotis?

Dari kejauhan, SamSal mengawasi tingkah laku sahabatnya, Latief secara diam-diam. Di samping SamSal berdiri seseorang yang lain, sepertinya adalah Ernie. Dan dari suara mereka berbicara dengan sangat tenang, ciri-ciri mata-mata yang sudah terlatih dengan sangat baik.

“Sam, kenapa kau lakukan ini kepada Latief?” Ernie menyela SamSal yang berdiri disampingnya, memperhatikan. “Kau berbohong padanya soal ingatanmu’kan?”

“Itu demi kebaikannya. Lihatlah anak itu, membakar berkas tidak penting itu saja susahnya bukan main.” SamSal terlihat angkuh dalam keadaan ini, dia mirip sekali dengan Salvatore.

“Kau masih dapat merasakannya’kan? Dia adalah sahabatmu?” Ernie menyela SamSal lagi, kali ini menggoyang-goyang pergelangan tangannya.

“Dia harus berubah, menurutku. Aku memang berbohong, tapi setelah ini diapun mungkin akan menjadi sepertiku, menemukan jati dirinya.” SamSal berbicara tanpa dapat dibantah dan selalu yang terjadi adalah sesuai perkataannya.

Api berkobar, berkobar sangat besar. Latief menyalakan api tersebut sebesar kemarahan yang dipendamnya di dalam hati. Mereka menyaksikan dengan perasaan was-was, apakah Latief juga akan membunuh dirinya dengan api itu? Terang benderang di halaman belakang rumah, asap mengepul, jilatan api mulai terasa sangat liar.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-


Related Post : Terjebak Di Masa LaluSammy, Salvatore dan SamSalPerbatasanGudang KaretCinta Bersyarat, Berlalu Begitu Cepat, Penjara

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: