//
you're reading...
All, Garden of Eden

Mengirim Maut


Mengirim Maut

Mengirim Maut

Beberapa hari ini terdengar banyak laporan yang kurang menyenangkan. Setelah disibukkan oleh banyak hal, seorang atasan merasa perlu memperhatikan salah satu anak buahnya yang sejak beberapa hari yang lalu bertingkah sangat aneh. Data lengkap terhadap subjek telah berada di meja dengan sangat cepat atas permintaan seorang mata-mata yang mempertimbangkan kasus ini sebagai permasalahan yang serius. Subjek itu bernama Latief, pemuda tanggung, analis lapangan yang mendadak mengalami tekanan kehidupan yang begitu hebat beberapa hari yang lalu.

Apa yang sebenarnya terjadi? Itu pertanyaan yang sangat penting. Atasan itu bernama Hazmi, biasa dipanggil Pak Hazmi adalah pengganti Pak Kumoro beberapa tahun yang lalu dan memulai era kepemimpinan yang baru. Pada saat ini wajah-wajah lama tersebut telah menikmati masa-masa tua, pensiun dan meninggalkan banyak kejahatan yang tidak pernah terungkap. Sekalipun Pak Hazmi adalah bekas mata-mata terbaik yang mengalahkan rekor mata-mata terbaik lainnya, Ia selalu merasa tidak pantas menduduki jabatan sekarang. Ada yang lebih hebat dari dirinya, sebuah bakat alami, mesin intelejen yang mumpuni. Ya, Ia membayangkan seorang SamSal yang duduk dikursinya sekarang, seorang anak muda. Tapi SamSal begitu cepat mengundurkan diri dan meninggalkan dunia intelejen, semestinya karirnya masih sangat panjang.

Memusingkan, disaat banyak sekali kasus yang harus ditangani dan jauh lebih penting, seorang atasan harus mengurus seorang perwira desersi? Katakan hal yang lebih mudah daripada mengeksekusinya langsung atau memecatnya. Tidak, itu terlalu berbahaya. Latief adalah seseorang yang menyimpan banyak sekali informasi rahasia, dan memahami beberapa strategi intelejen yang mumpuni. Berkas-berkas yang disimpannya dan sudah dibakar itu sepertinya tidak terlalu penting, memang disana tidak ada berkas yang terlalu penting di sana. Perwira ini harus segera ditindak, setidaknya harus bisa dikendalikan.

Keputusan pun diambil, mungkin tanpa banyak bertanya, Ia segera menekan sejumlah nomor yang asing, bukan nomor telepon yang biasa. Apakah nomor tersebut adalah sebuah panggilan yang tidak biasa. Ya, benar. Ia mengutus seorang penembak misterius langsung ke tempat Latief dengan perintah yang sederhana, “Lakukan dengan halus, kamu tahu siapa yang dimaksudkan.”

Setelah telepon tersebut ditutup yang terjadi kemudian adalah ruangan yang menjadi sangat sunyi. Perubahan yang terjadi begitu cepat, tapi memang selalu terjadi hal yang serupa apabila dikeluarkan sebuah perintah pembunuhan. Kesunyiaan itu menyiratkan sebuah tempat yang kelam di batas-batas negara, sebuah aksi yang mencekam. Saat berkas itu ditutup artinya tidak ada lagi gugatan, sebuah perintah yang tidak akan dipermasalahkan lagi dikemudian hari.

Kehidupan Latief diujung tanduk, tapi segala sesuatunya telah diprediksi oleh SamSal. Ia tahu bahwa atasan yang sekarang sangat tergesa-gesa dalam bertindak, maka Ia akan mencegat suruhannya itu. Sebuah bentuk pengorbanan dari sahabat? SamSal sudah keluar dari posisi terkutuk itu, lalu kenapa Ia harus terlibat lagi? Mencegat seorang pembunuh suruhan? Ini adalah tindakan yang terlalu berani.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-


Related Post : Lebih Dari Cinta, Bayangan, Kecemburuan, Jejak Kejahatan, Takdir dan Penghukuman, Kegelisahan

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

4 thoughts on “Mengirim Maut

  1. Apa ini bersambung ?

    Let me know kalo iya ya, ehehe

    Posted by Flying Dandelion | April 26, 2013, 4:31 pm
  2. dag dig dug

    Posted by yisha | April 28, 2013, 9:28 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: