//
you're reading...
All, Garden of Eden

Kecemburuan


Kecemburuan

Kecemburuan

Apa mungkin yang dilakukan oleh seorang pria tidak akan pernah dituliskan dalam buku romantika, cerita cinta, atau kisah-kisah yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan. Merelakan adalah hal yang sulit, bahkan pada kenyataannya tidak ada laki-laki yang bisa rela begitu saja harga dirinya diinjak. Tapi tunggu, itu adalah bisikan setan. Harga diri siapa yang diinjak? Apakah Latief merasa harga dirinya telah diinjak? Ya, dan saat ini sebuah bentuk kejahatan telah direncanakan-nya  Setelah bertahun-tahun tidak berada di dunia luar, bersembunyi dibalik tembok rumahnya, kini Ia menuntut sesuatu yang tak pernah menjadi miliknya sebagai miliknya. Memang terdengar gila, tapi menjelaskan kegilaan saja tidak cukup untuk membuat semuanya kembali pada logika.

SamSal akan menjadi pemicu-nya  Ia sadar betul bahwa sahabatnya akan melakukan tindakan bodoh yang kemudian akan dia sesali atau sebaliknya, Latief adalah seorang psikopat yang baru lahir setelah sekian lama tertidur dalam kebaikan-kebaikan yang diterimanya. Setiap hati akan berubah menjadi jahat, itu mendatangkan sebuah pemikiran yang sangat jahat. Membunuh seseorang adalah jalan yang telah dipikirkan-nya sekian lama di dalam rumahnya. Hanya perlu sedikit lagi dorongan, maka pria tanggung desersi ini akan melakukan aksi pembunuhan. Sasarannya adalah jelas seorang pria yang membukakannya pintu dengan sopan beberapa hari yang lalu. Semua perkara ini bermuara pada satu hal yang dapat menghancurkan kehidupan banyak manusia, yaitu kecemburuan.

Harus ada seseorang yang menghentikannya, kita tahu siapa dia. Dia adalah sahabatnya sendiri, yaitu SamSal. Tapi SamSal juga sudah gila. Mungkin karena banyaknya pengalaman yang dihadapinya, maka Ia membiarkan Latief dihasut oleh setan. Seperti yang diawal telah dikatakan, SamSal justru memberikan Latief senjata kesayangannya untuk digunakan sebagai alat membunuh. “Ada satu peluru ….” bisik SamSal tenang di telinga Latief, “Gunakanlah dengan bijaksana ….”

Satu peluru memiliki makna filosofis. Satu peluru dalam senjata dapat dilakukan untuk menembak apa saja. Pilihannya adalah udara untuk mengeluarkan amarah, atau diri sendiri untuk menyelesaikan tekanan jiwa, atau orang lain untuk memuaskan amarah. Mana yang seharusnya dipilih. Ya, membunuh orang lain tampaknya jauh lebih menyenangkan bagi pria tanggung desersi ini.

Ernie, sahabat SamSal, sahabat Latief juga mempertanyakan tindakan SamSal yang membiarkan Latief pergi membunuh warga sipil, “Kau gila!!!??? Dia pasti akan mati!”

SamSal menjawab Ernie dengan tenang, “Tidak. Ia tidak akan mati. Tidak ada yang akan mati.”

Merasa geram Ernie melabrak SamSal dengan sebuah tamparan, “Kau berlebihan! Sahabat macam apa kau yang membiarkan sahabatnya sendiri berbuat jahat?”

Bukan SamSal kalau tidak memiliki jawaban yang baik, “Aku. Sahabat apa? Tahu apa kau tentang isi pikiran para pria? Mungkin banyak kisah cinta yang ditulis oleh penipu, atau kisah cinta yang ditulis oleh para pria melankolis. Tapi kita sekarang tidak sedang berada dalam kisah cinta. Mau kau apakan Latief yang seperti itu? Dia harus berbuat sesuatu sendiri terhadap kehidupannya, dan dia memilih jalan yang sesuai dengan kehendak hatinya.”

Kemarahan Ernie memuncak, mungkin bukan bagi para wanita untuk berkata-kata kasar, maka mereka lebih memilih menangis sebagai tanda bahwa kemarahan mereka sudah berada diujung batas.

“Dengarkan aku.” SamSal melanjutkan, “Tidak ada SamSal sebagaimana adanya hari ini tanpa banyak kesalahan yang telah dia perbuat. Tindakan Latief mungkin salah, tapi itu adalah sesuatu yang dia pikir dapat membawa harga dirinya kembali. Kita lihat saja, apakah harga diri pria dapat diukur dalam bentuk penaklukan atau kebijaksanaan.”

Ernie masih menangis, dan SamSal menutup percakapan tersebut dengan ucapan yang mungkin tidak di dengar oleh Ernie, “Kau adalah intelejen Ernie, dan kau terlalu terbuka. Kau tidak lagi semestinya di sini. Pulanglah, kita bukan lagi anak-anak yang bisa bermain-main dengan kewajiban.”

Tangisan itu masih terdengar.


POST ILLUSTRATION CREDIT

-If you enjoyed this post, please share it-


Related Post : Lebih Dari CintaMengirim Maut, Bayangan, Jejak Kejahatan, Takdir dan Penghukuman, Kegelisahan

Advertisements

About Denny Leo

My mind just exploding and I'd like to write a story in a thousand years ......

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Recent Posts

Top Posts & Pages

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: